KTM Balik Untung Tapi Tetap di Austria, Bajaj Tak Pindah ke India

Penulis: Rizal Hamdani  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:05:01 WIB
KTM mencatatkan laba untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.

JAMBI — Setelah hampir dua tahun berdarah-darah karena utang, KTM akhirnya mencatatkan keuntungan lagi dan langsung membantah rumor relokasi produksi ke India. CEO Gottfried Neumeister menegaskan operasi tetap di Mattighofen, Austria, dengan lebih dari 440 insinyur yang jadi tulang punggung pengembangan motor berperforma tinggi.

Kabar pemulihan ini muncul saat KTM baru saja melewati periode terberatnya. Krisis keuangan yang bermula sekitar akhir 2024 membuat perusahaan asal Austria itu terbebani utang besar dan nyaris kehilangan arah. Kini, untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, KTM kembali mencatatkan laba.

Di tengah kabar baik itu, spekulasi soal masa depan pabrik justru mencuat. Muncul dugaan bahwa Bajaj Auto sebagai pemilik baru berencana memindahkan lini produksi KTM dari Austria ke India, langkah yang secara logika bisnis masuk akal mengingat biaya produksi di India jauh lebih murah.

Produksi Tetap di Mattighofen, Bukan Dipindah ke India

Gottfried Neumeister langsung angkat bicara. CEO KTM itu membantah klaim relokasi dan menegaskan operasi produksi sepeda motor tetap berjalan di Mattighofen, Austria.

Menurut Neumeister, Bajaj Auto sudah menyatakan komitmen jelas untuk mempertahankan Austria sebagai pusat utama operasi KTM. Komitmen itu mencakup pengembangan dan rekayasa produk, bukan sekadar perakitan.

440 Insinyur Jadi Alasan Austria Tak Bisa Ditinggalkan

KTM mempekerjakan lebih dari 440 insinyur di Austria. Mereka bertanggung jawab mengembangkan produk berperforma tinggi dan menghadirkan teknologi baru ke jajaran motor KTM.

Keahlian tenaga kerja Austria dipandang sebagai kekuatan utama yang menjaga KTM tetap kompetitif di pasar global. Basis insinyur sebesar itu tidak bisa direplikasi begitu saja di fasilitas India dalam waktu singkat.

Manajemen KTM Tetap Punya Kendali Penuh

Meski Bajaj kini menjadi pemilik KTM, Neumeister menegaskan manajemen perusahaan tetap bebas menentukan arah operasionalnya. Ia bahkan sudah mendapat persetujuan dari perusahaan induk untuk membentuk tim manajemen independen.

Tim tersebut bebas dari intervensi langsung pihak Bajaj. Artinya, keputusan soal produk, pengembangan, dan strategi merek tetap di tangan manajemen KTM sendiri.

Yang Perlu Diperhatikan

  • KTM belum merinci berapa besar laba yang dicatatkan atau kapan tepatnya periode pemulihan itu terjadi
  • Belum ada keterangan resmi soal dampak keputusan ini terhadap harga motor KTM di pasar Indonesia
  • Komitmen Bajaj untuk mempertahankan Austria baru sebatas pernyataan lisan, belum ada dokumen atau perjanjian jangka panjang yang dipublikasikan
  • Krisis utang yang bermula akhir 2024 masih menyisakan pertanyaan soal struktur keuangan KTM ke depan
Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top