JAMBI — Di antara banyaknya kue basah khas Nusantara, nagasari pisang punya tempat tersendiri di hati masyarakat Jambi. Bungkus daun pisangnya yang harum berpadu dengan adonan tepung beras yang gurih dan manisnya potongan pisang di bagian tengah. Penganan tradisional ini kerap jadi pilihan untuk teman minum teh atau pelengkap acara istimewa.
Kunci utama menghasilkan nagasari yang lembut terletak pada tiga hal: kualitas tepung beras, santan yang dimasak dengan takaran pas, serta pemilihan jenis pisang yang matang sempurna. Ketiga faktor itu menentukan tekstur dan aroma kue setelah dikukus.
Untuk membuat nagasari pisang yang harum dan lezat secara maksimal, siapkan bahan-bahan berikut:
Selain adonan, bagian isian dan pembungkus menentukan hasil akhir nagasari. Pisang yang dipilih sebaiknya jenis yang matang sempurna agar rasa manisnya keluar alami saat dikukus. Daun pisang dipakai sebagai pembungkus sekaligus pemberi aroma khas yang sulit digantikan bahan lain.
Perpaduan tepung beras dan tepung tapioka atau sagu membuat tekstur kue tidak terlalu padat. Santan dari kelapa tua yang dibagi menjadi dua tingkat kekentalan memberi rasa gurih berlapis, sementara daun pandan menambah wangi saat proses pengukusan berlangsung.
Nagasari termasuk kue basah yang bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar tradisional maupun warung sekitar. Proses pembuatannya pun tidak rumit, cukup dikukus tanpa perlu oven. Hal itu membuat kue ini tetap hadir di berbagai acara, dari arisan RT hingga syukuran keluarga.
Rasa manis yang lembut dan tekstur kenyal membuat nagasari disukai berbagai kalangan usia. Untuk warga yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, takaran bahan di atas bisa jadi panduan awal sebelum disesuaikan dengan selera masing-masing keluarga.