JAMBI — Ketua Gimnastik Provinsi Jambi, Eva Lam, menegaskan Kejurprov tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi atlet mengembangkan bakat, membangun sportivitas, dan belajar menghormati keputusan dewan juri.
"Tujuan Kejurprov bukan mencari medali, tetapi menjadi modal untuk mengembangkan bakat, membangun sportivitas, dan menghormati keputusan dewan juri," ujar Eva dalam sambutannya.
Ia berharap momentum Kejurprov mendorong kemajuan olahraga gimnastik di Provinsi Jambi lewat pembinaan berkelanjutan.
Peserta Kejurprov berasal dari Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Muaro Jambi, Kerinci, dan Batanghari. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Kategori invitasi dibuka khusus untuk peserta berusia 11 tahun ke bawah. Penambahan kategori ini memberi ruang bagi pesenam usia dini menambah pengalaman bertanding sejak awal.
Wakil Ketua II KONI Provinsi Jambi, AS Budianto, menyebut kejuaraan menjadi wadah bagi atlet mengukur kemampuan dan meningkatkan jam terbang. Menurutnya, setiap atlet yang tampil telah melewati proses latihan dan perjuangan.
Pengalaman bertanding perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas penampilan. KONI Provinsi Jambi akan melaksanakan pemusatan latihan daerah (Pelatda), kemudian menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Melalui tahapan tersebut, KONI berharap atlet yang terpilih dapat meningkatkan kemampuan dan memperbesar kontribusi gimnastik terhadap perolehan medali Provinsi Jambi.
Kejurprov diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari pengembangan bakat sejak usia dini hingga persiapan menuju kompetisi tingkat nasional. Keberhasilan tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari peningkatan kemampuan, mental bertanding, dan sportivitas para atlet.