Badan Karantina Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jambi mencanangkan kawasan agrowisata di Kelurahan Buluran Kenali, Kota Jambi, sebagai bagian dari pengembangan Kampung Pangan Terpadu. Pencanangan itu disertai penyerahan 50 kilogram benih kacang koro, 30.000 ekor benih ikan nila, dan 360 bibit pohon kepada warga setempat. Kawasan tersebut dirancang bukan hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga ruang edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat.
JAMBI — Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia Shahandra Hanitiyo menyatakan pencanangan agrowisata tanaman kacang koro di Buluran Kenali menandai dimulainya pengembangan Kampung Pangan Terpadu di Kota Jambi. Bantuan yang diserahkan meliputi 50 kilogram benih kacang koro, 30.000 ekor benih ikan nila, dan 360 bibit pohon.
Benih ikan nila diperoleh melalui kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam. Adapun bibit pohon didukung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari.
Seluruh bantuan telah melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina. Hasilnya dinyatakan bebas dari hama dan penyakit ikan maupun tumbuhan sehingga aman dikembangkan di kawasan tersebut.
Shahandra menjelaskan konsep Kampung Pangan Terpadu menggabungkan berbagai unsur dalam satu kawasan. Mulai dari tanaman, ikan, ternak, lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat.
"Hari ini kita tidak hanya mencanangkan sebuah kawasan, tetapi juga mencanangkan sebuah harapan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi daerah, dan meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Shahandra di Jambi, Rabu.
Menurutnya, kawasan ini tidak hanya ditujukan sebagai area produksi. Kampung Pangan Terpadu juga disiapkan sebagai ruang edukasi dan pengembangan inovasi pangan.
"Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang produksi sekaligus edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda," katanya.
Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan pangan terpadu. Ia berharap kawasan itu dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Pencanangan kawasan ditutup dengan penanaman bersama. Aksi itu menjadi simbol komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.