AMD Ryzen AI Max Jalankan LLM 300 Miliar Parameter di Perangkat Lokal

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:36:31 WIB
AMD memperkenalkan Ryzen AI Max untuk menjalankan model bahasa besar secara lokal.

JAMBI — AMD memperbarui lini Agentic PC dengan Ryzen AI Max sebagai chip andalan yang diklaim mampu menjalankan model bahasa besar hingga 300 miliar parameter langsung di perangkat. Chip ini membawa memori terpadu LPDDR5x sampai 192GB, CPU Zen 5 hingga 16 core/32 thread, GPU RDNA 3.5, dan NPU XDNA 2. Dukungan x86 native untuk Windows dan Linux membuatnya relevan bagi pengguna profesional yang ingin AI berjalan tanpa ketergantungan cloud.

AMD merinci kemampuan Ryzen AI Max+ PRO 495 yang diklaim menawarkan kecepatan inferensi hingga 20 token per detik untuk model GLM 5.3 Flash berukuran 320 miliar parameter dengan kuantisasi IQ4 XS UD.

Untuk model Qwen 3.8 Flash Next dengan 125+51 miliar parameter, kecepatan yang diklaim mencapai 42 token per detik memakai kuantisasi Q4 K XL UD plus MTP. Angka-angka ini menjadi pembeda utama chip tersebut dari prosesor PC AI generasi sebelumnya yang umumnya hanya menjalankan model kecil berparameter miliaran.

Apa yang Berubah dari PC AI Generasi Lama

Persaingan PC AI bergeser dari fitur AI ringan berbasis cloud ke kemampuan menjalankan LLM secara lokal. AMD menegaskan arah itu lewat pembaruan lini Agentic PC, dengan Ryzen AI Max sebagai produk utamanya.

Klaim AMD, platform ini sanggup menjalankan model sekitar 300 miliar parameter secara lokal, termasuk beberapa agen sekaligus. AMD menyebut kemampuan tersebut mencakup menjalankan agen kelas Opus 4.8, serta beberapa agen kelas Opus 4.7 secara bersamaan dengan KV cache terpisah.

Spesifikasi Ryzen AI Max

Ryzen AI Max membawa CPU Zen 5 hingga 16 core/32 thread, memori terpadu LPDDR5x hingga 192GB, GPU RDNA 3.5, dan NPU XDNA 2. Dukungan x86 native tersedia untuk Windows dan Linux.

Kapasitas memori 192GB menjadi kunci utama. Model bahasa besar membutuhkan ruang memori jauh lebih besar dibanding model kecil, sehingga memori terpadu berkapasitas tinggi memungkinkan inferensi model raksasa tanpa harus memindahkan beban ke server cloud.

Kecepatan Inferensi Ryzen AI Max+ PRO

Untuk varian Ryzen AI Max+ PRO, AMD mengklaim kecepatan hingga 20 token per detik pada GLM 5.3 Flash 320 miliar parameter dengan kuantisasi IQ4 XS UD. Sementara Qwen 3.8 Flash Next dengan 125+51 miliar parameter diklaim berjalan hingga 42 token per detik memakai kuantisasi Q4 K XL UD plus MTP.

Ryzen AI Max+ disebut juga bisa menjalankan LLM lokal berukuran besar sekaligus aplikasi profesional berbasis Windows. Dibandingkan pesaing di kelasnya, Ryzen AI Max+ PRO 495 diklaim memiliki performa lebih cepat untuk kemampuan Generative AI.

Kenapa Ini Penting bagi Pengguna Profesional

Kombinasi memori besar, dukungan x86 native, dan kemampuan menjalankan model besar secara lokal menjadikan Ryzen AI Max opsi bagi pengguna yang ingin AI berjalan di perangkat sendiri. Alasannya beragam, mulai dari kebutuhan privasi data hingga keinginan menghindari biaya langganan API cloud berulang.

Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia, kemampuan inferensi lokal membuka peluang membangun aplikasi AI yang tidak bergantung pada koneksi internet stabil. Sektor seperti kesehatan, keuangan, dan hukum yang sensitif terhadap kerahasiaan data bisa memanfaatkan pendekatan ini tanpa mengirim data ke server pihak ketiga.

Namun perlu dicatat, klaim performa AMD masih berbasis pengujian internal. Angka token per detik di dunia nyata bisa berbeda tergantung konfigurasi perangkat, sistem pendingin, dan jenis model yang dijalankan. Pengguna yang berminat sebaiknya menunggu ulasan independen sebelum memutuskan pembelian.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top