MUARO JAMBI — Sekretaris Daerah Muaro Jambi Budhi Hartono menjelaskan bahwa ASN hamil yang ingin bekerja dari rumah mesti mengajukan permohonan kepada pimpinan instansi masing-masing. Pengajuan itu wajib disertai bukti medis berupa surat keterangan dari dokter atau bidan.
Surat edaran yang dikeluarkan Bupati Muaro Jambi menjadi dasar kebijakan tersebut. Menurut Budhi, langkah ini diambil untuk mencegah pegawai perempuan hamil terpapar langsung udara yang kurang sehat.
"Bupati sudah membuat surat edaran, khususnya kepada ASN kita yang sedang hamil. Mereka diberikan kemudahan untuk melakukan kerja dari rumah (WFH) demi melindungi kesehatan ibu dan janinnya," kata Budhi.
Budhi menegaskan bahwa penerapan WFH tidak berjalan otomatis. ASN hamil harus melapor ke pimpinan instansi, lalu pimpinan yang menentukan penugasan bekerja dari rumah.
"Bagi ASN yang hamil, silakan mengajukan diri dengan menyertakan bukti surat keterangan dari dokter atau bidan. Nanti laporan disampaikan kepada pimpinan instansi masing-masing, dan pimpinan yang akan memberikan penugasan untuk bekerja dari rumah," ujarnya.
Mekanisme berjenjang itu dimaksudkan agar pelaksanaan WFH tetap tertib. Pelayanan publik dan tugas pemerintahan di lingkungan Pemkab Muaro Jambi diharapkan tidak terganggu.
Pemkab Muaro Jambi belum merampungkan pendataan jumlah ASN hamil yang mengajukan WFH. Surat edaran baru diterbitkan, sehingga proses pengajuan masih berjalan.
"Pengajuannya baru dimulai dan saat ini masih berproses. Kami mengimbau seluruh instansi untuk memfasilitasi pegawai hamil yang mengajukan WFH sesuai dengan ketentuan," tandas Budhi.
Imbauan itu menyasar seluruh perangkat daerah agar tidak menghambat permohonan ASN hamil. Setiap instansi diminta mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan dalam surat edaran bupati.
Kebijakan WFH ini muncul di tengah kondisi kualitas udara Muaro Jambi yang belum membaik akibat kabut asap. Ibu hamil dan janin dinilai lebih rentan terhadap dampak buruk udara kotor.
Pemkab Muaro Jambi menempatkan perlindungan kelompok rentan sebagai pertimbangan utama. Skema kerja dari rumah dipilih supaya ASN hamil tetap bisa menjalankan tugas tanpa harus hadir di kantor setiap hari.