Kapten Thailand Chanatip Songkrasin Waspadai Kekuatan Baru Timnas Indonesia di Final ASEAN Cup 2026

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:36:01 WIB
Kapten Thailand Chanatip Songkrasin berlatih menjelang final ASEAN Cup 2026 melawan Timnas Indonesia.

JAMBI — Chanatip Songkrasin mengaku tak sabar menghadapi Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026. Kapten Thailand itu menyoroti dominasi 17 pemain naturalisasi dari 23 nama yang dibawa skuad Garuda. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di final Piala AFF 2020, Januari 2022.

Gelandang BG Pathum United tersebut menyampaikan hal itu dalam jumpa pers jelang Indonesia versus Thailand di Jakarta, Minggu (4/10). Laga final dua leg itu mempertemukan kembali dua kekuatan terbesar sepak bola Asia Tenggara setelah terakhir bertemu di partai puncak Piala AFF 2020.

Rekor Pertemuan Chanatip Songkrasin vs Timnas Indonesia

Catatan Transfermarkt menempatkan Songkrasin sebagai salah satu pemain Thailand dengan pengalaman terbanyak menghadapi skuad Garuda. Pemain 32 tahun itu sudah enam kali bersua Timnas Indonesia di berbagai ajang.

Produktivitasnya pun tercatat rapi: dua gol dan satu assist. Dua gol diciptakan pada final leg pertama Piala AFF 2020, sementara satu assist dibuat dalam final leg kedua Piala AFF 2016.

Pertemuan terakhir terjadi di final Piala AFF 2020 pada Januari 2022. Thailand menang 4-0 di leg pertama, lalu skor 2-2 menutup leg kedua.

Dominasi 17 Pemain Naturalisasi di Skuad Garuda

Songkrasin menyoroti komposisi Timnas Indonesia yang berbeda jauh dibanding pertemuan terakhir. Dari 23 pemain yang masuk skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, sebanyak 17 di antaranya merupakan naturalisasi.

"Para pemain juga berkembang. Sekarang Indonesia memiliki banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga-liga dengan level yang tinggi," ujarnya.

"Tentunya mereka memiliki kekuatan fisik dan kemampuan teknik yang sangat baik," ucap pemain yang akrab disapa Jay itu melanjutkan.

Kapan Terakhir Thailand Hadapi Indonesia di Final?

Pertemuan di Jakarta nanti menjadi final pertama kedua tim sejak Piala AFF 2020. Songkrasin mengingat betul jeda panjang itu.

"Kurang lebih tiga atau empat tahun lalu kami terakhir menghadapi Indonesia di final. Kalau ditanya apakah Indonesia banyak berubah, menurut saya semua negara di ASEAN sekarang sudah berkembang sangat pesat," kata Songkrasin.

Ambisi pribadinya jelas. Ia menyebut laga besok sebagai momen yang dinanti setelah sekian lama.

"Saya merasa senang, bahkan sangat senang, akhirnya besok bisa kembali menghadapi mereka setelah kami menunggu cukup lama untuk bertemu lagi," tuturnya.

Modal Thailand Jelang Leg Final

Thailand datang dengan catatan positif atas Indonesia di partai puncak. Dua gol Songkrasin di leg pertama Piala AFF 2020 menjadi bagian dari kemenangan 4-0 yang jadi fondasi gelar.

Namun komposisi Garuda kini berbeda. Sebanyak 17 pemain naturalisasi yang berkarier di liga-liga Eropa dan Asia memberi warna baru pada kekuatan Indonesia.

Bagi Songkrasin, itu justru alasan untuk tetap waspada. Ia menyebut perkembangan sepak bola ASEAN secara umum berjalan cepat, dan Indonesia termasuk yang paling menonjol.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top