KERINCI — Kuliner khas Kerinci ini dibuat dari bahan sederhana: susu segar, ruas bambu, dan daun pisang. Susu yang dipakai secara tradisional bisa berasal dari beberapa jenis ternak, seperti kerbau, sapi, kambing, domba, hingga kuda.
Di Kerinci, warga mengenal dadeh sebagai olahan berbahan dasar susu kerbau. Ruas bambu berfungsi sebagai wadah selama proses pengolahan, sementara daun pisang melapisi bagian dalam bambu sekaligus menjadi penutup.
Dadeh tidak diolah dengan peralatan modern. Susu segar dimasukkan ke ruas bambu yang sudah dilapisi daun pisang, lalu dibiarkan mengental hingga bertekstur padat dan lembut.
Cara pengolahan yang bergantung pada bahan alami ini membuat dadeh tidak diproduksi dalam jumlah besar. Tidak setiap warung atau pasar di Kerinci menyediakannya.
Ketiga bahan itu menjadi penentu hasil akhir. Susu harus dipastikan bersih sebelum masuk ke tahap berikutnya, sedangkan bambu dipilih dan dibersihkan lebih dulu.
Langkah pertama, susu segar disiapkan sebagai bahan utama dan dipastikan dalam kondisi bersih. Berikutnya, bambu dipilih, dibersihkan, lalu bagian dalamnya dilapisi daun pisang agar susu tidak langsung bersentuhan dengan permukaan bambu.
Susu kemudian dimasukkan ke dalam ruas bambu yang telah dilapisi. Setelah melalui proses pengentalan, susu berubah menjadi olahan bertekstur padat dan lembut.
Dadeh bukan hidangan utama. Olahan ini biasa disantap sebagai makanan pendamping, termasuk dinikmati bersama sambal.
Kombinasi rasa susu yang mengental dengan sambal menjadi ciri penyajian yang jarang ditemui di daerah lain. Di Kerinci, kebiasaan itu bertahan dari generasi ke generasi meski jumlah pembuatnya terus menyusut.
Kerinci sendiri dikenal dengan keindahan alam dan hasil pertaniannya. Dadeh menambah daftar kekayaan kuliner daerah itu, meski keberadaannya kini tergolong langka dan tidak selalu tersedia di pasaran.