JAMBI — PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memimpin daftar top gainers Bursa Efek Indonesia pada periode 28 September-2 Oktober 2026 dengan lonjakan 142,42 persen ke Rp3.600 per saham. Pencapaian BSWD kontras dengan Indeks Harga Saham Gabungan yang justru melemah 3,28 persen ke level 6.036 dari 6.241 pada pekan sebelumnya. Dari sepuluh emiten dengan penguatan terbesar, hanya BSWD yang mampu mencatatkan kenaikan di atas 100 persen.
Data statistik BEI yang dikutip Sabtu (3/10/2026) menunjukkan sepuluh saham penghuni top gainers sepekan. Selain BSWD, sembilan emiten lain mencatat penguatan antara 33 persen hingga 80 persen, tersebar dari sektor perbankan, properti, hingga industri penunjang.
BSWD dan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) sama-sama mengakhiri pekan di harga Rp3.600 per saham, meski dengan persentase kenaikan berbeda. BSWD melesat 142,42 persen, sementara BLTZ melejit 80 persen.
Dua emiten lain yang mencatat penguatan signifikan adalah PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) yang menguat 78,03 persen ke Rp470, dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang menanjak 64,36 persen ke Rp332.
Berikut daftar lengkap saham dengan kenaikan tertinggi sepanjang pekan perdagangan 28 September-2 Oktober 2026:
Dua emiten properti masuk jajaran top gainers pekan ini. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) naik 40,28 persen ke Rp2.960, sementara PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) melambung 50,77 persen ke Rp980.
Dari sektor agro, PT Sinar Mas Agro Resources and Tech Tbk (SMAR) mencatat kenaikan 37,10 persen ke Rp8.500. Sementara PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) yang bergerak di bidang pariwisata melonjak 57,32 persen ke Rp3.760.
PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menjadi emiten dengan penguatan paling terbatas di jajaran top gainers pekan ini. Saham UVCR naik 33 persen ke Rp266.
Meski masih masuk sepuluh besar, kenaikan UVCR jauh di bawah BSWD. Jarak penguatan keduanya mencapai lebih dari 109 poin persentase.
Penguatan sejumlah saham lapis dua dan tiga tidak cukup menahan laju IHSG. Indeks ditutup turun 3,28 persen ke level 6.036, meninggalkan posisi 6.241 pada pekan sebelumnya.
Pelemahan indeks secara umum biasanya mencerminkan tekanan jual yang merata di saham-saham berkapitalisasi besar. Di sisi lain, saham dengan likuiditas lebih tipis seperti BSWD dan BLTZ justru mencatat lonjakan tajam karena volume transaksi yang relatif kecil mudah menggerakkan harga.
Kenaikan ratusan persen pada saham berkapitalisasi kecil kerap tidak diikuti fundamental yang sepadan. Investor perlu memeriksa laporan keuangan emiten, rasio PE, dan likuiditas perdagangan sebelum mengambil posisi.
Saham top gainers juga rentan koreksi tajam begitu volume pembelian mereda. Pola ini berulang di banyak emiten lapis tiga yang sempat melesat dalam satu pekan lalu kembali ke harga asalnya dalam beberapa sesi berikutnya.