JAMBI — Disney+ menonaktifkan aplikasi versi lama berbasis Hotstar di Indonesia per 2 Oktober 2026, sehingga pengguna wajib beralih ke aplikasi Disney+ terbaru yang sudah tersedia sejak awal September. Migrasi ini bagian dari perpindahan teknologi Disney+ ke platform global, sekaligus menghadirkan integrasi konten Hulu di dalamnya. Sejumlah pengguna melaporkan profil, watchlist, dan riwayat tontonan tidak ikut terbawa saat berpindah.
Aplikasi Disney+ terbaru sudah bisa diunduh pengguna Indonesia lewat toko aplikasi masing-masing sejak awal September 2026. Di Google Play Store Indonesia, aplikasi tersebut tampil dengan keterangan "New App" dan dikembangkan oleh Disney Electronic Content, sementara aplikasi lama masih tercatat sebagai aplikasi dari The Walt Disney Company.
Perpindahan ini bukan sekadar pembaruan tampilan lewat update biasa. Pengguna diarahkan berpindah langsung dari aplikasi Disney+ lama ke aplikasi Disney+ baru sebagai dua aplikasi terpisah.
Transformasi ini sudah diumumkan Disney sejak 2025. Disney+ Hotstar lebih dulu berganti nama menjadi Disney+, lalu Disney membawa Hulu sebagai brand hiburan umum di dalam Disney+ untuk menggantikan Star.
Pada aplikasi baru, pengguna mendapat tiga laman khusus: konten "For You", Disney+, dan Hulu. Konten dari Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, National Geographic, hingga Hulu tetap menjadi bagian dari layanan.
Proses perpindahan terbilang sederhana. Pengguna cukup mengunduh aplikasi Disney+ terbaru, lalu masuk memakai akun yang sudah terdaftar dengan langganan Disney+.
Di tengah proses perpindahan, sejumlah pengguna mengeluhkan migrasi yang tidak sepenuhnya mulus. Laporan mencakup kesulitan login di perangkat tertentu hingga profil, watchlist, dan riwayat tontonan yang tidak ikut terbawa.
Tim Uzone yang beralih ke Disney+ versi baru mengalami hal serupa. Setelah login kembali memakai akun yang sering digunakan, seluruh profil dan watchlist hilang, sehingga pengguna harus melakukan setting ulang dari awal.
Paket langganan dan masa langganan tetap berlaku seperti di aplikasi lama. Tidak ada pemutusan akses paket yang dialami tim Uzone di aplikasi terbaru.
Batas waktu 2 Oktober 2026 membuat pengguna aplikasi lama tidak punya pilihan selain bermigrasi jika ingin terus menonton. Bagi pelanggan yang sudah bertahun-tahun mengumpulkan watchlist dan riwayat tontonan, hilangnya data profil menambah beban perpindahan.
Langkah Disney menyatukan aplikasi ke platform global sejalan dengan strategi perusahaan memperkuat Hulu sebagai brand hiburan umum. Di pasar streaming Indonesia yang makin padat, pengalaman migrasi yang mulus akan menentukan seberapa besar pelanggan bertahan setelah aplikasi lama dimatikan.