Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Diluncurkan, Jadi Kompas Pariwisata Nasional

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:05:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 di Jakarta.

JAMBI — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 di Jakarta, bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia yang diperingati setiap 27 September. Dokumen ini menjadi referensi strategis bagi pemangku kepentingan pariwisata dalam membaca dinamika, menangkap peluang, dan mengantisipasi tantangan sektor hingga 2027. Buku tersebut dapat diunduh melalui laman resmi Kementerian Pariwisata.

Kementerian Pariwisata menyusun Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 dengan melibatkan perspektif para ahli melalui expert survey, wawancara dengan pelaku usaha, dan mitra yang terlibat dalam berbagai program unggulan. Pendekatan itu mempertemukan perspektif kebijakan dengan kebutuhan industri di lapangan.

Dokumen ini tidak sekadar memotret kondisi pariwisata saat ini. Ia juga memetakan peluang, tantangan, dan prioritas pengembangan pariwisata Indonesia ke depan.

Kinerja Pariwisata Januari–Juli 2026

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,98 juta kunjungan. Angka itu tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Widiyanti menilai capaian tersebut sebagai modal penting untuk memperkuat sektor pariwisata nasional. Meski begitu, pertumbuhan jumlah kunjungan perlu diikuti peningkatan kualitas agar manfaatnya lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian.

Ukuran keberhasilan pariwisata ke depan, kata dia, tidak cukup hanya dari lonjakan jumlah wisatawan. Pengalaman wisata yang berkualitas, nilai tambah ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat juga jadi bagian penting.

Respons terhadap Dinamika Global

Widiyanti menyoroti lanskap pariwisata global yang bergerak dinamis. Ketidakpastian geopolitik, tantangan iklim, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan disebut membawa tantangan sekaligus peluang baru.

"Lanskap pariwisata global bergerak sangat dinamis. Mulai dari ketidakpastian geopolitik, tantangan iklim, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan membawa tantangan sekaligus peluang baru," kata Menpar Widiyanti di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menghadapi tahun depan, ia menekankan perlunya langkah menuju pertumbuhan yang lebih kuat. Indonesia Tourism Outlook diposisikan sebagai kompas bersama dalam membaca perubahan, mengenali peluang, dan mengantisipasi risiko.

Fungsi Dokumen bagi Pelaku Industri

Kehadiran dokumen ini diharapkan memperkuat pijakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Pelaku industri pariwisata nasional juga bisa memakainya sebagai referensi strategis.

Selain itu, dokumen tersebut mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun pariwisata yang tangguh, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Widiyanti menegaskan pembangunan pariwisata butuh keterlibatan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.

"Dengan semangat Hari Pariwisata Dunia, semoga dokumen ini memperkuat pijakan kebijakan, menjadi acuan para pelaku industri, dan mempererat kolaborasi kita semua," tutur Menpar.

Bagi traveler yang merencanakan perjalanan ke destinasi Indonesia dalam waktu dekat, dokumen ini bisa jadi gambaran arah kebijakan pariwisata nasional. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Pariwisata.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: barometerbali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top