JAMBI — Developer independen Vidit Bhargava merilis Duo-Man, aplikasi Walkman virtual untuk iPhone Duo yang memanfaatkan dua layar ponsel lipat pertama Apple tersebut. Layar dalam 7,6 inci dipakai memilih musik dan memasukkan kaset virtual, sementara layar luar 5,4 inci menjadi muka pemutar saat perangkat ditutup.
Duo-Man meniru alur pemakaian Walkman sungguhan. Pengguna membuka iPhone Duo untuk memilih lagu dan "memasukkan" kaset, lalu menutup perangkat agar musik mulai berputar dari layar luar. Perilaku itu hanya bisa terjadi karena iPhone Duo punya dua panel terpisah, bukan satu layar lipat menerus.
Bhargava mengejar sensasi fisik, bukan sekadar tampilan retro. Ia merekam suara tombol dan bunyi statis dari Walkman asli untuk dipakai di dalam aplikasi.
"Saya sudah lama menjadi penggemar Walkman dan masih memiliki serta sesekali menggunakannya," kata Bhargava, dikutip dari TechCrunch, Selasa (29/9/2026).
Perekaman suara asli itu penting. Tanpa bunyi klik tombol dan desis pita, aplikasi semacam ini mudah jatuh jadi skin visual biasa.
Layar dalam 7,6 inci berperan sebagai muka kaset dan panel navigasi lagu. Layar luar 5,4 inci mengambil peran muka pemutar saat perangkat terlipat. Pembagian tugas ini yang membuat Duo-Man tidak bisa direplikasi persis di iPhone biasa.
Bagi pengembang lain, Duo-Man jadi contoh awal bagaimana aplikasi bisa memakai form factor lipat sebagai fitur, bukan sekadar kanvas lebih lebar.
iPhone Duo baru saja masuk pasar, jadi jumlah aplikasi yang benar-benar memanfaatkan dua layarnya masih tipis. Duo-Man datang dari developer independen, bukan tim internal Apple atau studio besar.
Pola ini mirip fase awal iPhone dan iPad dulu: aplikasi pihak ketiga lebih dulu menemukan cara pakai yang tidak terpikirkan vendor. Untuk pengguna Indonesia yang menunggu kehadiran resmi iPhone Duo, Duo-Man jadi gambaran awal jenis aplikasi yang bakal muncul di perangkat lipat Apple.
Belum ada keterangan soal ketersediaan Duo-Man di region lain, termasuk Indonesia, maupun rencana versi Android.