Martin McDonagh Sebut Wild Horse Nine Film Paling Politisnya

Penulis: Rizal Hamdani  •  Minggu, 27 September 2026 | 19:08:01 WIB
Sutradara Martin McDonagh menerima penghargaan Tribute to... Award di Zurich Film Festival.

JAMBI — Sutradara Martin McDonagh menyebut Wild Horse Nine sebagai film paling politis yang pernah ia garap, jauh dari sikap netral yang menurutnya terlalu dominan di sinema modern. Pernyataan itu ia sampaikan saat menerima penghargaan Tribute to… Award di Zurich Film Festival. Film komedi hitam ini dibintangi John Malkovich dan Sam Rockwell sebagai dua agen CIA yang dikirim ke Pulau Paskah menjelang kudeta Chile 1973.

Martin McDonagh tidak sedang bermain aman dengan proyek terbarunya. Dalam sesi masterclass di Zurich Film Festival, penulis naskah sekaligus sutradara asal Irlandia itu menyebut Wild Horse Nine sebagai karya yang paling terbuka menyuarakan sikap politiknya sepanjang karier.

Menurut McDonagh, sikap netral yang berlebihan justru membuat banyak film kehilangan gigi. Ia mengaku senang bisa melawan arus itu lewat Wild Horse Nine, sebuah komedi hitam yang menyentuh isu intervensi politik Amerika Serikat di negara lain.

Dua Agen CIA di Pulau Paskah Menjelang Kudeta 1973

Wild Horse Nine menempatkan John Malkovich dan Sam Rockwell sebagai dua agen CIA yang dikirim ke Pulau Paskah. Latar waktunya beberapa saat sebelum kudeta Chile pada 1973, peristiwa yang mengubah peta politik Amerika Latin.

Meski berlatar setengah abad silam, McDonagh menilai ceritanya justru terasa relevan dengan situasi hari ini. Ia menyebut beberapa dialog yang ia tulis untuk konteks 1973 malah ditafsirkan penonton modern sebagai sindiran soal Venezuela dan berbagai wilayah lain di dunia.

Hal serupa terjadi pada lelucon soal Rusia dalam film tersebut. Menurut McDonagh, lelucon itu aslinya merujuk pada intervensi Rusia di Finlandia sekitar 100 tahun lalu, tetapi penonton kini otomatis menghubungkannya dengan Ukraina.

Dari Radio Play Ditolak BBC hingga Panggung Teater

Dalam masterclass itu, McDonagh juga menengok kembali masa lalunya sebelum dikenal sebagai penulis naskah. Ia meninggalkan sekolah pada usia 16 tahun dan sempat menganggur cukup lama, tetapi sudah punya satu ambisi jelas: menjadi penulis.

Sebagian alasan ia menolak pekerjaan tetap adalah keengganan punya atasan. Prinsip itu, katanya, masih bertahan sampai sekarang. Ia lantas menulis sejumlah drama radio yang semuanya ditolak, sebagian besar oleh BBC, sebelum akhirnya menembus panggung teater sebagai penulis naskah drama yang diakui.

Momen penting datang saat ia menonton Al Pacino membawakan American Buffalo karya David Mamet. Pengalaman itu, menurut McDonagh, membuatnya paham apa arti akting yang sesungguhnya dan memberi arah pada cara ia menulis.

Rekam Jejak: Six Shooter, In Bruges, dan Tiga Billboard

Transisi McDonagh dari teater ke film tidak berjalan mulus. Ia mengaku justru terpicu oleh penolakan-penolakan keras, bukan oleh pujian. Namun pada 2004, film pendeknya Six Shooter meraih Academy Award untuk Best Live Action Short Film.

Ia menyebut pengerjaan Six Shooter sebagai situasi paling menakutkan yang pernah ia hadapi secara artistik. Bantuan aktor Brendan Gleeson, yang ikut membintangi film itu, membuatnya merasa terlindungi dari berbagai campur tangan produksi.

Kerja sama dengan Gleeson berlanjut ke In Bruges, yang juga dibintangi Colin Farrell. Film itu mengangkat kisah dua pembunuh bayaran yang bersembunyi setelah misi mereka berantakan. McDonagh sempat melontarkan lelucon soal masa lalunya sebagai "pembunuh bayaran" sebelum masuk ke dunia film.

Dalam sesi itu, McDonagh juga menyinggung gaya penulisan yang makin kontemplatif. Ia menyebut Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, dengan Frances McDormand sebagai ibu yang berduka, sebagai contoh film yang berani memberi ruang pada adegan sunyi dan tidak lucu.

Pendekatan serupa ia terapkan pada karakter John Malkovich di Wild Horse Nine. McDonagh ingin memberi Malkovich seluruh spektrum emosi dalam satu paket: komedi, kemarahan, dan kesunyian yang merenung.

McDonagh menegaskan film-filmnya bukanlah Hollywood movies dalam arti cerita sederhana yang selalu berakhir menyenangkan. Baginya, aktor sekaliber Malkovich dan McDormand justru mencari materi semacam ini karena tahu banyak produksi besar terasa kosong.

Wild Horse Nine menambah deretan panjang karya McDonagh yang sulit dikotakkan ke satu genre. Kombinasi komedi hitam dan latar sejarah politik ini menjadi taruhan barunya di pasar film internasional, termasuk bagi penonton Indonesia yang mengikuti perkembangan sinema arthouse dan festival.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top