Atlet Dayung Jambi Letda M. Ali Mardiansyah Bawa Pulang Perak Asian Games 2026, Disambut Hangat di Bandara Sultan Thaha

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Minggu, 27 September 2026 | 14:01:01 WIB
Atlet dayung Jambi Letda M. Ali Mardiansyah tiba di Bandara Sultan Thaha usai meraih medali perak Asian Games 2026.

JAMBI — Perjalanan Ali menuju podium perak Asian Games 2026 tidak berjalan mulus. Panitia terpaksa menggeser jadwal pertandingan akibat ancaman cuaca buruk dan badai di Jepang. Nomor yang seharusnya digelar 21 September harus dimajukan menjadi semifinal pada 23 September dan final pada 24 September.

Perubahan mendadak itu menjadi ujian tersendiri bagi atlet kelas ringan seperti Ali. Ia harus menahan rasa lapar lebih lama demi menjaga berat badan ideal menjelang proses penimbangan yang mundur hingga siang hari.

Menahan Lapar Demi Berat Badan Ideal

Ali mengaku jadwal yang berubah memaksa dirinya mengatur ulang pola makan selama pertandingan. Biasanya kelas ringan bertanding sekitar pukul sepuluh pagi, namun kali ini penimbangan baru dilakukan sekitar pukul dua siang.

"Biasanya kalau sesuai jadwal kelas ringan lomba sekitar jam sepuluh pagi. Karena jadwal berubah, kita harus menahan berat badan lebih lama. Timbang berat badan baru sekitar jam dua siang, jadi dari pagi sampai siang kita tahan makan," ungkap Ali, Minggu (27/9/2026).

Meski demikian, Ali bersyukur bisa melewati semua rintangan tersebut dengan hasil terbaik. Medali perak itu menjadi bukti bahwa atlet dayung nasional mampu bersaing di level tertinggi Asia.

Fasilitas Kapal Pesiar dan Keramahan Awak Indonesia

Selama berada di Jepang, Ali menyimpan banyak cerita berkesan. Mulai dari keramahan panitia, penyambutan yang luar biasa, hingga fasilitas akomodasi unik berupa kapal pesiar.

Yang paling menarik, kehadiran banyak awak kapal dan pekerja restoran asal Indonesia membuat Ali merasa seperti berada di kampung sendiri. Ia mengaku suasana itu membantu mengurangi rasa rindu pada tanah air selama bertanding.

"Selama di kapal pesiar, kebanyakan awak kapalnya, orang yang memasak dan di restoran banyak orang Indonesia. Jadi kita merasa seperti pulang ke kampung sendiri," ujar Ali.

Persaingan Ketat Melawan Atlet Eropa

Ali mengakui persaingan di kelas ringan Asian Games 2026 tergolong sangat ketat. Ia harus berhadapan dengan atlet-atlet dunia yang memiliki jam terbang tinggi di kompetisi Eropa.

Keterbatasan fasilitas dan minimnya kesempatan try out tidak membuat Ali dan tim ciut nyali. Kedua hal itu justru dibakar menjadi motivasi ekstra untuk memantau kekuatan lawan.

"Kita tidak berkecil hati. Kita jadikan itu motivasi lebih untuk memantau lawan-lawan kita," tegasnya.

Target Baru Menuju Olimpiade Los Angeles

Usai menorehkan sejarah di Jepang, Ali langsung memasang target baru yang lebih tinggi. Ia kini bersiap menatap babak prakualifikasi Olimpiade Los Angeles dan akan kembali menjalani pemusatan latihan nasional bersama tim dayung Indonesia.

Dukungan penuh turut disuarakan KONI Provinsi Jambi. Prof. Sukendro menilai pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan cabang olahraga dayung di Jambi berjalan sukses.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi barometer menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028. Hal senada disampaikan Ketua Umum PODSI Jambi, Raden Wawan Setiawan, yang berharap prestasi dunia ini melecut semangat para atlet muda daerah untuk terus mengharumkan nama bangsa.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jernih.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top