JAMBI — Setelah menjajal fitur Longevity Assessment di Health app iOS 27.2, hasil tes fleksibilitas tubuh bagian bawah saya cuma "Fair" — jauh di bawah ekspektasi. Fitur ini menggabungkan kamera iPhone dan sensor detak jantung Apple Watch untuk 17 jenis penilaian fisik rumahan, tersedia lewat public beta dan butuh watchOS 27. Cocok untuk pengguna yang ingin memantau kebugaran tanpa ke klinik, tapi belum tentu akurat untuk semua orang.
Apple sedang merombak aplikasi Health untuk iPhone dan Apple Watch secara bertahap. Versi terbaru bisa dicoba lewat beta publik iOS 27.2, dengan syarat Apple Watch sudah menjalankan watchOS 27. Salah satu fitur yang paling menonjol adalah serangkaian tes longevity yang dirancang untuk dikerjakan di ruang tamu, memanfaatkan kamera iPhone dan sensor detak jantung di jam tangan.
Untuk memulai salah satu penilaian, pengguna meletakkan iPhone di lantai, bersandar ke dinding, lalu mundur sekitar 10 hingga 12 kaki. Seluruh tubuh harus masuk dalam bingkai kamera depan.
Penilaian ini memakai model AI berbasis visi untuk melacak gerakan tubuh selama setiap langkah. Tidak ada video yang direkam, dan seluruh pemrosesan AI berjalan di perangkat.
Setelah posisi tubuh pas di tengah layar, pelatih di layar akan mendemonstrasikan gerakan tiap tes dengan detail yang cukup untuk diikuti.
Tes fleksibilitas mencakup lima peregangan berbeda untuk menilai kelenturan tubuh bagian atas dan bawah. Kategori penilaiannya ada empat: Needs Improvement, Fair, Good, dan Excellent.
Hasilnya, skor fleksibilitas tubuh bagian atas saya masuk kategori "Good". Namun tubuh bagian bawah hanya dapat "Fair" — lebih rendah dari dugaan.
Saya menjalani lima tes tersebut dua kali untuk memastikan instruksinya diikuti dengan benar. Hasilnya tetap sama di kedua percobaan.
Selain memberi rating, aplikasi Health juga menyediakan informasi cukup lengkap soal cara meningkatkan skor di kedua kategori, termasuk saran latihan yang bisa dicoba.
Tes keseimbangan lebih sederhana, hanya satu gerakan. Pengguna diminta berdiri dengan satu kaki, sementara kaki lain diangkat ke belakang selama mungkin tanpa menyentuh lantai, maksimal 60 detik.
Gerakan ini dilakukan dua kali, sekali untuk masing-masing kaki. Begitu hitungan mundur dimulai, musik menenangkan diputar sambil suara sesekali memberi kata-kata penyemangat.
Keseimbangan dinilai dengan rubrik yang sama seperti fleksibilitas. Kali ini saya meraih "Excellent" — juga diulang dua kali — yang jadi dorongan kecil setelah hasil fleksibilitas yang biasa saja.
Kedua tes ini baru dua dari 17 penilaian longevity yang ada di aplikasi Health versi baru. Setelah semua penilaian selesai, aplikasi akan membuat laporan berdasarkan hasilnya untuk dibagikan ke dokter.
Pendekatan ini menunjukkan arah layanan kesehatan yang menggabungkan teknologi konsumen berbasis AI dengan kunjungan dokter tradisional. Pengguna bisa lebih dulu memahami kondisi tubuh sendiri sebelum berkonsultasi.
Untuk pengguna yang rutin berolahraga dan ingin data tambahan soal fleksibilitas serta keseimbangan, fitur ini bisa jadi alat pemantauan yang praktis. Tapi hasil tes rumahan sebaiknya tidak dijadikan patokan tunggal kondisi kesehatan.