SUNGAI GELAM — Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi yang juga penanggung jawab kegiatan TKA, Suratno, menyatakan simulasi digelar mengikuti jadwal nasional yang dibuka Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Agama. Periode simulasi untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat berlangsung 21 hingga 27 September 2026.
Kegiatan berlangsung saat kabut asap masih menyelimuti kawasan madrasah akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Pembelajaran tetap dilaksanakan secara jarak jauh, sementara persiapan asesmen berjalan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Suratno menjelaskan simulasi diperlukan agar peserta didik dan tenaga pendidik mengenal sistem yang akan digunakan pada asesmen utama. Pengenalan sejak awal dinilai membantu peserta lebih siap menghadapi tahapan berikutnya.
Madrasah juga memanfaatkan simulasi untuk mengecek kesiapan teknis sebelum pelaksanaan TKA. Koordinasi antara penanggung jawab kegiatan, proktor, teknisi, dan peserta dilakukan selama kegiatan berlangsung.
"Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Agama resmi membuka pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat mulai 21 hingga 27 September 2026," ujar Suratno.
Materi simulasi disusun berdasarkan ketentuan yang menjadi acuan pelaksanaan TKA. Cakupannya meliputi Bahasa Indonesia Wajib, Literasi, Bahasa Inggris Wajib, Matematika Wajib, dan Numerasi.
Peserta juga mengerjakan Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Terdapat sesi latihan singkat untuk membantu peserta memahami alur pelaksanaan.
Kegiatan dirancang agar peserta beradaptasi dengan antarmuka aplikasi dan sistem operasional ujian. Peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mengetahui cara menggunakan sistem asesmen.
Pelaksanaan simulasi di MAN 1 Muaro Jambi didukung proktor dan teknisi, Gesang dan Gading. Keduanya memastikan kesiapan aplikasi serta perangkat yang digunakan.
Peran petugas teknis diperlukan karena asesmen berbasis komputer bergantung pada kesiapan perangkat dan sistem. Jika terjadi kendala teknis, petugas menangani sesuai prosedur.
Hasil simulasi menjadi bahan evaluasi madrasah sebelum memasuki tahapan selanjutnya. Setiap unsur yang terlibat diharapkan memahami tugas masing-masing agar kegiatan berjalan sesuai prosedur.
PJJ tetap dilaksanakan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi bencana kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, persiapan asesmen tetap dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku.
Madrasah berupaya menjaga keseimbangan antara kelangsungan program akademik dan kondisi lingkungan. Setiap kegiatan diarahkan agar tetap memperhatikan keamanan dan kesehatan warga madrasah.
Suratno berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius dan tertib. Madrasah terus berkoordinasi agar pelaksanaan TKA nantinya berjalan lancar sesuai jadwal dan ketentuan.