MAN 1 Muaro Jambi Evaluasi Program Ekstrakurikuler, Susun Anggaran dan Agenda 2027

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Selasa, 22 September 2026 | 06:31:01 WIB
Rapat evaluasi program ekstrakurikuler MAN 1 Muaro Jambi diikuti sejumlah pembina bidang.

SUNGAI GELAM — Rapat evaluasi diikuti sejumlah pembina bidang, termasuk Waka Kesiswaan Siti Fatimah, Waka Kurikulum Suratno, Pembina Kesenian Suci Intan Maulia, Pembina Panahan Anita Dewi Anggara, Pembina Pramuka Ardiansyah dan Tia Siti Wirya, Pembina OSIM Gesang Subagio, serta Pembina Olahraga Jemmi Andrianto. Jurmalis meminta setiap pembina memetakan kegiatan yang masih memungkinkan dilaksanakan pada tahun berjalan.

Pembahasan anggaran 2027 menjadi salah satu poin utama. Para pembina diminta menyampaikan kebutuhan kegiatan sejak 2026 sesuai mekanisme perencanaan, agar program dapat dipetakan sebelum tahun anggaran baru dimulai.

Dua Bulan Efektif Jadi Penentu Program 2026

Kalender kegiatan 2026 sudah memasuki penghujung September. Sisa waktu efektif hanya sekitar Oktober dan November. Karena itu, madrasah meminta pembina menentukan kegiatan berdasarkan skala prioritas dan kondisi madrasah.

"Program kerja ekstrakurikuler yang belum terlaksana perlu dilihat kembali dan disesuaikan dengan waktu yang masih tersedia," ujar Jurmalis.

Setiap pembina diberi ruang menyampaikan program yang sudah berjalan maupun yang masih tertunda. Dari laporan itu, madrasah memetakan kendala yang membuat sejumlah kegiatan belum terlaksana. Kegiatan yang memungkinkan akan disusun ulang mengikuti waktu dan kondisi. Kegiatan yang butuh persiapan panjang dipertimbangkan masuk program tahun berikutnya.

Karhutla dan PJJ Ubah Peta Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler juga menyesuaikan kondisi kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah madrasah. Pembelajaran sementara dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Situasi itu menjadi pertimbangan dalam menentukan kegiatan yang bisa dilaksanakan.

Aspek keamanan, kesehatan, dan kondisi lingkungan jadi acuan sebelum madrasah menetapkan program. Kegiatan bersifat administratif dan persiapan tetap bisa dilakukan selama tidak bertentangan dengan kebijakan PJJ. Perencanaan latihan dan agenda peserta didik disusun bertahap.

Evaluasi Menyasar Manfaat, Bukan Sekadar Jumlah Kegiatan

Evaluasi tidak hanya melihat kegiatan yang sudah terlaksana, tetapi juga efektivitas dan manfaatnya bagi peserta didik. Jurmalis menekankan agar program yang telah dirancang tidak berhenti pada tahap perencanaan. Koordinasi antara pimpinan dan pembina dinilai penting agar kegiatan tetap berjalan sesuai situasi.

Madrasah menargetkan program ekstrakurikuler tetap terarah meski menghadapi kondisi tidak biasa. Hasil evaluasi 2026 menjadi bahan penentuan langkah pada dua bulan terakhir, sekaligus pijakan awal penyusunan program 2027 yang lebih terencana.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: man1muarojambi.mdrsh.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top