MUARO JAMBI — Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi, Suratno, menyatakan bahwa pihak madrasah memantau langsung kondisi udara di lingkungan sekolah sebelum menetapkan kebijakan PJJ. Menurut dia, asap yang menyelimuti bagian atas kompleks madrasah dan sesekali abu sisa pembakaran yang turun menyerupai hujan abu membuat aktivitas belajar tidak nyaman.
Keputusan pemulangan lebih cepat pada Rabu, 16 September 2026, menjadi langkah antisipasi awal sebelum PJJ resmi diberlakukan dua hari berikutnya.
Suratno menegaskan bahwa kebijakan PJJ tidak diambil sepihak. Pihak kurikulum lebih dulu berkoordinasi dengan Kepala Madrasah Jurmalis untuk menilai situasi yang berkembang.
"Setelah berkoordinasi dengan kepala madrasah, kami melihat situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan KBM," ujar Suratno.
Kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama. Asap yang semakin pekat dinilai belum memungkinkan kegiatan belajar mengajar berjalan tatap muka.
Selama PJJ berlangsung, guru MAN 1 Muaro Jambi diminta tetap aktif memberikan materi sesuai jadwal masing-masing. Pembelajaran dilaksanakan melalui berbagai media daring yang dapat digunakan peserta didik dari rumah.
Peserta didik mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang diberikan guru. Orang tua diharapkan membantu memantau kegiatan belajar selama PJJ agar layanan pendidikan tetap berjalan.
Suratno menyebut kerja sama antara madrasah, guru, peserta didik, dan orang tua menjadi kunci agar pembelajaran tidak terhenti meski siswa berada di rumah.
MAN 1 Muaro Jambi merencanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026. Pelaksanaannya tetap bergantung pada perkembangan kondisi lingkungan sekitar madrasah.
Jika situasi sudah memungkinkan, peserta didik akan kembali mengikuti pembelajaran langsung. Sebaliknya, apabila kondisi belum membaik, madrasah akan memberikan informasi mengenai perubahan pelaksanaan pembelajaran.
Suratno menyampaikan bahwa informasi perubahan akan disampaikan paling lambat pada Minggu malam atau malam Senin. Tujuannya agar guru, peserta didik, dan orang tua memiliki waktu mempersiapkan diri.
Penerapan PJJ pada 17 dan 18 September 2026 menjadi respons madrasah terhadap perubahan kondisi lingkungan. Pemulangan lebih cepat sehari sebelumnya menunjukkan kesiapan pihak sekolah menyesuaikan kebijakan jika asap kembali pekat.