Bank Jambi Diminta Perkuat Ekosistem Digital dan Keamanan Siber, Ini 5

Penulis: Ahmad Syukri  •  Kamis, 17 September 2026 | 16:31:01 WIB

JAMBI — PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi terus menggenjot transformasi digital untuk mendongkrak kualitas layanan, efisiensi operasional, serta memperluas akses keuangan bagi masyarakat. Langkah strategis itu mendapat tanggapan dari pengamat perbankan Laila Farhat yang menilai penguatan infrastruktur teknologi informasi dan pengembangan ekosistem digital sebagai kunci utama. Penilaian tersebut disampaikan di Jambi, Rabu (16/9/2026).

Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi

Menurut Laila, pergeseran lanskap perbankan modern menuntut lembaga keuangan membangun ekosistem layanan yang terintegrasi secara utuh. Orientasinya bukan hanya nasabah bisa bertransaksi tanpa datang ke kantor cabang.

"Bank Jambi perlu terus memperkuat ekosistem digitalnya. Orientasinya bukan hanya bagaimana nasabah dapat melakukan transaksi tanpa datang ke kantor cabang, tetapi bagaimana seluruh kebutuhan finansial nasabah dapat dilayani secara cepat, aman, nyaman, dan terintegrasi," ujar Laila.

Empat Manfaat Digitalisasi bagi Bank Pembangunan Daerah

Akselerasi digital banking memberi sejumlah keuntungan strategis bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Laila menyebut digitalisasi terbukti memangkas proses bisnis dan mempercepat layanan.

  • Mendongkrak pengalaman nasabah (customer experience)
  • Memperluas basis nasabah dan produktivitas jaringan kantor
  • Memangkas proses bisnis serta mempercepat layanan
  • Mengolah data nasabah secara lebih akurat

Optimalisasi teknologi, lanjut Laila, memungkinkan bank mengenali karakteristik serta kebutuhan nasabah secara spesifik. Pemanfaatan data itu tetap harus memperhatikan prinsip perlindungan konsumen dan keamanan informasi.

"Dengan pemanfaatan data yang tepat dan tetap memperhatikan prinsip perlindungan konsumen serta keamanan informasi, bank dapat memberikan layanan yang lebih personalized. Ini penting untuk meningkatkan engagement dan loyalitas nasabah," jelasnya.

Sektor Mana Saja yang Perlu Dirangkul

Laila memandang Bank Jambi memegang posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Cakupan digitalisasinya idealnya merangkul tata kelola pemerintah daerah, kalangan ASN, pelaku UMKM, dunia usaha, hingga masyarakat umum.

Untuk mempercepat proses itu, ia mendorong Bank Jambi aktif menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi finansial (fintech) maupun mitra potensial lainnya.

"Kolaborasi menjadi salah satu kunci. Bank tidak harus membangun seluruh teknologi sendiri. Yang penting adalah bagaimana membangun interoperabilitas, integrasi sistem, keamanan, dan governance yang kuat sehingga kolaborasi tersebut memberikan nilai tambah bagi bank dan nasabah," bebernya.

Keamanan Siber dan Data Nasabah Jadi Prioritas

Laila mengingatkan ekspansi digital wajib berjalan seiring penguatan sistem keamanan siber (cybersecurity). Semakin masif kanal digital yang dibuka, semakin tinggi pula urgensi manajemen risiko teknologi informasi dan perlindungan data pribadi nasabah.

"Digitalisasi harus berjalan bersama dengan security, reliability, dan risk management. Kemudahan transaksi penting, tetapi keamanan dana dan data nasabah jauh lebih fundamental. Kepercayaan nasabah merupakan aset utama bank," tegasnya.

Ukuran Keberhasilan Bukan Lonjakan Pengguna Aplikasi

Tolok ukur kesuksesan transformasi digital Bank Jambi tidak hanya dihitung dari lonjakan jumlah pengguna aplikasi atau volume transaksi. Keberhasilan sejati terletak pada kemampuan teknologi menciptakan efisiensi nyata dan memperluas inklusi keuangan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

"Bank Jambi memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem digital yang sesuai dengan karakteristik ekonomi daerah. Dengan inovasi, kolaborasi, dan tata kelola teknologi yang kuat, digital banking dapat menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah," pungkasnya.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: jernih.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top