JAMBI — Apple untuk pertama kalinya mengomentari secara terbuka dinamika persaingan di segmen ponsel lipat. CEO John Ternus dan Head of Marketing Greg "Joz" Joswiak membeberkan cerita di balik pengembangan iPhone Duo, perangkat berdesain mirip paspor yang menjadi ponsel lipat perdana perusahaan.
Wawancara berlangsung dengan TechRadar dan Tom's Guide, dikutip The Verge, Selasa (15/9/2026). Salah satu poin yang paling disorot adalah soal kebocoran informasi ke kompetitor.
Joswiak menyebut kebocoran dari rantai pasok membuat pesaing mengetahui rencana Apple soal aspect ratio layar yang lebih lebar. Informasi itu kemudian memicu gelombang peluncuran ponsel lipat berdesain lebar lebih awal oleh Samsung, Huawei, dan Xiaomi.
"Orang-orang tahu melalui bocoran bahwa kami sedang mengerjakan ponsel lipat. Sayangnya, mereka mendapatkan informasi aspect ratio-nya, dan muncul banyak kebetulan di mana orang-orang menemukan bahwa itu adalah aspect ratio yang menarik," ujar Joz.
Pernyataan ini tidak biasa bagi Apple, yang biasanya enggan mengakui pengaruh kebocoran internal terhadap strategi kompetitornya. Pengakuan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa perlombaan desain ponsel lipat lebar sudah dimulai sebelum iPhone Duo resmi dijual.
Meski bentuk fisik dan rasio layar sempat bocor, Apple mengklaim berhasil menjaga kerahasiaan inovasi utamanya hingga hari peluncuran. Teknologi tersebut adalah folding nano-texture display.
"Apa yang sangat saya banggakan--kami berhasil merahasiakannya. Kami menerapkan keamanan ekstra untuk teknologi itu dan tidak membicarakannya kepada siapa pun," tegas Joz.
Nano-texture display sendiri bukan teknologi baru di lini produk Apple, tetapi penerapannya pada layar lipat menjadi tantangan tersendiri. Pendekatan keamanan berlapis ini disebut Apple sebagai faktor kunci di balik efek kejutan saat peluncuran.
Sesi wawancara juga memperlihatkan pergeseran gaya kepemimpinan di Apple. Tim Cook dikenal sebagai eksekutif yang berfokus pada manajemen operasional. Ternus menunjukkan karakter berbeda, sebagai pemimpin berlatar engineer yang berorientasi kuat pada produk.
Ternus mengungkapkan reaksinya saat pertama kali mencoba prototipe layar iPhone Duo di laboratorium pengembangan.
"Oh, ini dia. Ini yang saya inginkan," kenang Ternus terkait pertukaran pertamanya dengan prototipe tersebut.
Pendekatan berbasis rekayasa produk ini menandai arah baru Apple dalam menghadirkan inovasi perangkat keras di pasar ponsel lipat global. Bagi pengguna Indonesia, sinyal ini relevan karena kehadiran iPhone Duo di pasar lokal akan menentukan bagaimana Apple bersaing dengan Samsung dan Xiaomi yang lebih dulu merilis perangkat lipat lebar di Tanah Air.
Apple belum mengumumkan jadwal rollout resmi iPhone Duo untuk pasar Indonesia maupun harga jualnya.