JAMBI — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, minat masyarakat yang tinggi mendorong panitia menambah kapasitas kursi untuk dua sesi upacara. Penambahan masing-masing 1.700 kursi berlaku untuk upacara pagi dan prosesi penurunan bendera sore hari. "Di sana ada tenda, ada layar lebar untuk bisa mengikuti semua prosesi yang ada di dalam halaman Istana," jelas Prasetyo di Jakarta, Senin.
Bagi warga yang tidak mendapatkan war ticket, pemerintah menyiapkan tenda dan layar lebar di Jalan Medan Merdeka Utara. Fasilitas ini memungkinkan mereka tetap menyaksikan rangkaian upacara dari luar area utama Istana. Prasetyo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang gagal memperoleh tiket meski telah mendaftar.
Menurut dia, gelombang pendaftar yang tinggi mencerminkan semangat publik merayakan Hari Kemerdekaan secara langsung di Istana. "Mari semua kita bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk menjadikan Indonesia berdaulat, Indonesia yang benar-benar adil, Indonesia yang makmur untuk semuanya," pungkasnya.
Berbeda dengan perayaan di Jakarta, sebagian besar pejabat Kabinet Merah Putih sengaja ditempatkan di luar ibu kota. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memimpin upacara peringatan HUT ke-81 di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara itu, rombongan khusus dikirim ke Nusa Tenggara Timur yang tengah dilanda gempa bumi.
"Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Bapak Mendagri, kemudian Menteri PU, kemudian Wakil Menteri Kesehatan, dan juga Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di Nusa Tenggara Timur," kata Prasetyo sebelum upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Keberadaan para pejabat tersebut di NTT bukan sekadar seremoni. Prasetyo menegaskan, penugasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal. Hal itu dilakukan bertepatan dengan perayaan kemerdekaan yang sedang berlangsung.
"Di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," ujarnya. Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 tahun ini menjadi momen refleksi sekaligus aksi nyata bagi para pejabat negara di daerah.