Pelatih 54 Cabang Olahraga di Jambi Dibekali Teknik Daya Tahan Atlet oleh Dosen UNJ Dr Iwan Hermawan

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 23:59:01 WIB
Pelatih 54 cabang olahraga di Jambi mengikuti penataran teknik daya tahan atlet oleh Dr Iwan Hermawan dari UNJ.

JAMBI — Pelatih dari 54 cabang olahraga di Jambi mengikuti penataran yang difokuskan pada peningkatan performa atlet melalui pemahaman sistem energi tubuh. Kegiatan yang digelar KONI Provinsi Jambi pada Kamis lalu ini menghadirkan Dr Iwan Hermawan M.Pd, CSC.ITK, dosen Universitas Negeri Jakarta, sebagai pemateri.

Program Kontinum Energi untuk Daya Tahan Maksimal

Dalam pemaparannya, Dr Iwan menekankan bahwa prestasi maksimal atlet tidak bisa dicapai tanpa program latihan yang terstruktur. Ia memperkenalkan konsep program kontinum energi, yakni metode yang dirancang untuk menghasilkan kemampuan kerja maksimal sekaligus mempertahankan daya tahan atlet dalam waktu lama.

“Para pelatih perlu memberikan berbagai teknik kepada atletnya berupa program kontinum energi yang bisa menghasilkan kemampuan menghasilkan kerja maksimal dan kemampuan mempertahankan daya tahan atlet,” ujar Dr Iwan.

Tiga Pilar Sistem Energi yang Wajib Dikuasai Pelatih

Dr Iwan merinci tiga pilar utama sistem energi yang harus menjadi perhatian pelatih. Pertama, sistem fosfagen atau anaerobic alactic yang menghasilkan ledakan energi cepat. Kedua, sistem glikolitik atau anaerobic lactic untuk aktivitas intensitas tinggi dalam durasi pendek. Ketiga, sistem oksidatif atau aerobic yang menjadi fondasi daya tahan jangka panjang.

Selain itu, ia juga memperkenalkan program kalibrasi diagnostik untuk mengukur kecepatan aerobik maksimal. Metodenya dilakukan dengan meminta atlet berlari sejauh mungkin secara konsisten dalam waktu lima menit atau 300 detik.

Enam Zona Latihan Aerobik dan Metode Anaerobik

Dalam sesi tersebut, Dr Iwan menjelaskan enam zona latihan aerobik yang perlu diterapkan. Zona satu hingga tiga dilakukan secara berkelanjutan dengan jarak jauh dalam durasi 20 menit. Zona empat menggunakan kecepatan pada ambang batas sebelum akumulasi laktat mendominasi. Zona lima memaksimalkan kapasitas aerobik melalui latihan lapangan, sementara zona enam bersifat supra maksimal untuk mendorong mesin aerobik atlet.

Ia juga membahas metodologi anaerobik yang mencakup daya tahan ledak tanpa oksigen. “Latihan anaerobik bisa memicu adaptasi neurologis dan otot tanpa bergantung pada pasokan oksigen, sehingga menghasilkan power atau kekuatan masif namun mengakibatkan akumulasi kelelahan yang ekstrim,” jelas Dr Iwan.

Aplikasi Spesifik untuk Berbagai Cabang Olahraga

Dr Iwan membagi aplikasi teknik daya tahan ke dalam beberapa kelompok cabor. Untuk olahraga endurance seperti atletik dan renang, fokus latihan pada daya tahan. Sementara untuk kekuatan atau power, contohnya angkat besi dan lari sprint 100 meter, latihan lebih diarahkan pada ledakan energi.

Cabang olahraga yang mengandalkan kekuatan dan intermittent seperti sepakbola, basket, dan beladiri juga mendapat perhatian khusus. Adapun untuk cabor konsentrasi dan presisi seperti panahan, menembak, dan esport, pendekatan latihan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing.

“Hal-hal di atas yang perlu diperhatikan para pelatih di Jambi agar atletnya bisa berprestasi di PON 2028,” kata Dr Iwan menutup pemaparannya.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top