JAKARTA — Pasar saham domestik kembali tertekan pada perdagangan Kamis. IHSG dibuka di zona merah dan berpotensi melanjutkan koreksi. Indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melemah 0,13 persen ke posisi 5.865,77, sementara indeks LQ45 turun ke level 581,11.
Dari eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir dan melancarkan serangan terhadap Iran, serta mengancam memberlakukan kembali blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Ancaman ini mendorong kenaikan harga minyak mentah global akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi.
Sementara itu, risalah rapat The Fed terbaru menunjukkan perdebatan terbagi rata soal suku bunga. Sebagian anggota meyakini inflasi akan kembali ke target 2 persen secara alami, namun sebagian lainnya khawatir inflasi tetap tinggi karena permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) dan konflik global. Ketidakpastian ini membuat investor cenderung wait and see.
Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari keputusan S&P Dow Jones Indices yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) untuk potensi penurunan status dari emerging market menjadi frontier market. BEI berencana menggelar pertemuan dengan penyedia indeks global tersebut untuk membahas evaluasi klasifikasi ini.
Peringatan dari lembaga internasional itu dinilai memicu capital outflow karena berkurangnya kepercayaan investor asing. Meskipun demikian, Kementerian Keuangan menargetkan dana investor asing yang masuk ke Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII) bisa mencapai Rp300 triliun hingga Rp500 triliun.
Survei terbaru Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun ke level 117,8 pada Juni 2026, terendah sejak September 2025. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga ikut terkoreksi. Meski menurun, seluruh indeks masih berada di atas level 100 yang menandakan konsumen tetap optimis terhadap prospek ekonomi ke depan.
Pelaku pasar kini menanti data penjualan ritel dan sepeda motor sebagai indikator tambahan untuk mengukur daya beli masyarakat. Sementara itu, mayoritas bursa regional Asia pagi ini bergerak mixed, dengan Nikkei menguat 1,94 persen, sedangkan Shanghai dan Kospi cenderung melemah.