MUARO JAMBI — Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam mengelola keuangan daerah menuai pujian dari DPRD setempat. Realisasi APBD 2025 yang menembus angka 99 persen dan opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang diraih satu dekade berturut-turut dinilai sebagai bukti keseriusan tata kelola fiskal. Namun, legislatif menekankan agar capaian ini tidak membuat eksekutif lengah.
"Selamat kepada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Realisasi APBD 99 persen dan WTP 10 kali berturut-turut menunjukkan komitmen dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah," kata Indra Gunawan, Rabu.
Politisi yang akrab disapa Datuk Paul ini menegaskan bahwa piagam WTP hanyalah pengakuan auditor terhadap ketertiban administrasi. Menurutnya, indikator kemakmuran daerah yang sesungguhnya adalah seberapa tepat anggaran menyentuh kebutuhan warga.
"WTP itu piagam kehormatan dari auditor. Tapi rakyat tidak makan piagam. Yang mereka rasakan adalah jalan desa yang bagus, Puskesmas dengan obat yang lengkap, dan bantuan UMKM yang cair tepat waktu," tegas Indra.
Memasuki tahun anggaran 2026, Fraksi PPP mendesak jajaran birokrasi Pemkab Muaro Jambi untuk segera bergerak cepat. Indra meminta agar seluruh proses lelang dan pencairan dana stimulan masyarakat tidak menumpuk di penghujung tahun.
"Saya minta Pemda tancap gas dari sekarang. Pangkas birokrasi yang berbelit, percepat proses lelang, percepat pencairan anggaran. Jangan sampai masyarakat baru menikmati program pemerintah ketika tahun anggaran hampir berakhir," ujarnya.
DPRD juga merekomendasikan langkah taktis berupa evaluasi berkala terhadap kinerja para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Momentum penyusunan APBD Perubahan 2026 dinilai sebagai waktu yang tepat bagi Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, untuk mengevaluasi program-program yang tidak produktif.
"Yang lamban harus ditegur, yang berkinerja baik harus diberikan ruang untuk bergerak lebih cepat. APBD Perubahan jangan hanya menjadi formalitas, tetapi harus menjadi instrumen perbaikan," pungkas Indra.