JAMBI — Jika Anda berencana membeli MacBook baru, waktu terbaik untuk bertransaksi mungkin tinggal beberapa hari ke depan. Apple telah mengonfirmasi kenaikan harga untuk seluruh lini MacBook dan iPad. Kenaikan tertinggi mencapai USD 400 pada MacBook Pro, sementara MacBook Air naik sekitar USD 200. Model termurah, MacBook Neo, naik USD 100 dari harga eceran sebelumnya USD 599 menjadi USD 699.
Beruntung, pekan ini bertepatan dengan gelaran Amazon Prime Day. Sejumlah toko ritel, termasuk Amazon, masih mempertahankan harga lama dan memberikan diskon tambahan. Kondisi ini diperkirakan tidak akan bertahan lama, karena para pengecer diprediksi akan segera menyesuaikan harga mengikuti kebijakan baru Apple.
Salah satu penawaran paling menarik ada pada MacBook Neo. Meski harga resmi (MSRP) baru Apple menetapkannya di USD 699, Amazon masih menjual model ini dengan harga USD 589,99. Selisih USD 110 ini setara dengan diskon sekitar 15 persen dari harga terbaru.
MacBook Neo mengusung layar Liquid Retina 13 inci, prosesor A18 Pro, RAM 8GB, penyimpanan SSD 256GB, dan kamera webcam 1080p. Semua dikemas dalam bodi metal yang tipis dan kokoh. Stok untuk varian termurah ini diprediksi akan cepat habis begitu pembeli sadar akan kenaikan harga.
Untuk pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi, MacBook Air 2026 dengan chip M5 menjadi pilihan utama. Model ini hadir dengan layar Liquid Retina 13,6 inci. Varian dengan RAM 16GB dan SSD 1TB mendapatkan diskon hingga USD 200 dari harga baru Apple. Sementara varian dengan SSD 512GB juga mendapat potongan harga yang serupa.
Bagi pengguna di Indonesia, selisih harga ini cukup signifikan mengingat biaya impor dan pajak yang harus ditanggung jika membeli langsung dari luar negeri. Diskon yang ada saat ini bisa menutupi sebagian ongkos kirim dan bea masuk.
Segmen profesional mendapatkan keuntungan paling besar. MacBook Pro 2026 dengan chip M5 Pro (15-core CPU, 16-core GPU, RAM 24GB, SSD 1TB) mendapat potongan harga hingga USD 150 dari harga asli Apple. Varian yang lebih tinggi dengan chip M5 Max (18-core CPU, 32-core GPU, RAM 36GB, SSD 2TB) juga mendapatkan diskon serupa.
Model paling bertenaga, MacBook Pro 2026 dengan M5 Max 18-core CPU dan 40-core GPU, layar 16,2 inci, RAM 48GB, dan SSD 2TB, dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang harga eceran terbaru Apple. Untuk pengguna yang membutuhkan performa komputasi berat seperti rendering video atau pengembangan AI, diskon ini bisa menghemat anggaran hingga jutaan rupiah.
Tidak hanya model 2026, MacBook Pro 2025 dengan chip M5 10-core, RAM 16GB, dan SSD 1TB juga masih tersedia dengan harga diskon. Model ini cocok bagi pengguna yang tidak memerlukan spesifikasi tertinggi namun tetap menginginkan performa andal dari lini Pro.
Peringatan dari para analis ritel cukup jelas: stok, terutama untuk model termurah, bisa habis sebelum pekan diskon berakhir. Dengan kenaikan harga yang sudah diumumkan secara resmi, pembeli yang menunda transaksi berisiko membayar lebih mahal dalam waktu dekat.
Bagi pengguna Indonesia yang berminat, perlu diingat bahwa pembelian dari Amazon AS harus memperhitungkan biaya pengiriman internasional, pajak impor, dan perbedaan tegangan listrik. Namun, dengan selisih harga yang mencapai USD 400 (sekitar Rp 6,6 juta), potensi penghematan tetap menarik.