JAMBI — Pasar Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) atau mobil keluarga 7-penumpang di Indonesia kembali menunjukkan dinamika baru pada Mei 2026. Berdasarkan data distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) yang dirilis Gaikindo, Toyota Avanza masih kokoh di puncak dengan angka distribusi mencapai 3.486 unit.
Posisi Avanza kian kuat berkat kontribusi saudara kembarnya, Toyota Veloz Hybrid (HEV). Veloz tercatat mendistribusikan 2.378 unit pada periode yang sama, sekaligus mengamankan peringkat kedua. Jika diakumulasi, duet raksasa asal Jepang ini menguasai sekitar 74,4 persen pangsa pasar LMPV nasional selama bulan lalu.
Angka tersebut menegaskan bahwa konsumen Indonesia, termasuk di Jambi, masih menjadikan Toyota sebagai pilihan utama untuk kendaraan keluarga.
Pertarungan sengit justru terjadi di perebutan posisi ketiga. Hyundai Stargazer tampil impresif dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan. Model asal Korea Selatan ini berhasil mendistribusikan 756 unit pada Mei 2026, naik 22,9 persen dibandingkan capaian April lalu yang hanya 615 unit.
Kenaikan ini berbanding terbalik dengan nasib Mitsubishi Xpander. Mobil andalan Mitsubishi itu harus terlempar ke peringkat keempat setelah volume penjualannya anjlok drastis. Sepanjang Mei 2026, Xpander hanya menyalurkan 504 unit, merosot 58,8 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 1.224 unit.
Sorotan tajam tertuju pada performa BYD M6 EV. MPV listrik asal Tiongkok ini mencatatkan koreksi penjualan paling dalam di segmen LMPV. Pada Mei 2026, BYD M6 EV hanya mampu mendistribusikan 197 unit. Padahal, pada April lalu, model ini sempat melejit dengan penjualan fantastis mencapai 2.472 unit.
Kemerosotan hingga 92 persen tersebut memaksa BYD M6 EV terdepak dari zona empat besar. Secara keseluruhan, volume distribusi LMPV pada Mei 2026 tercatat sebanyak 7.878 unit, atau turun sekitar 32 persen dibandingkan total pasokan April yang sempat menyentuh 11.752 unit.