Bunda PAUD Tanjab Barat Luncurkan Program JAMBUL untuk Jemput Anak Suku Duano di Kampung Nelayan

Penulis: Rizal Hamdani  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 10:56:01 WIB
Bunda PAUD Tanjab Barat luncurkan Program JAMBUL untuk mendukung pendidikan anak Suku Duano.

KUALATUNGKAL — Program JAMBUL (Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul) resmi digulirkan untuk menjangkau anak-anak Suku Duano di pesisir Tanjung Jabung Barat. Inisiatif ini digagas Bunda PAUD setempat, Hj. Fadhilah Sadat, dalam sebuah pertemuan yang digelar di Rumah Dinas Bupati, Selasa (23/06).

Rapat tersebut dihadiri jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah dan DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Pokja Bunda PAUD, serta pengurus HIMPAUDI dan IGRA Tanjung Jabung Barat.

Bukan Sekadar Bantuan Perlengkapan Sekolah

Hj. Fadhilah Sadat menegaskan bahwa Program JAMBUL tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan alat tulis atau seragam. Pendampingan yang direncanakan bersifat menyeluruh, mencakup pemantauan kesehatan anak, pemenuhan gizi, edukasi parenting bagi orang tua, hingga peningkatan literasi.

"Melalui Program JAMBUL ini, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjadi Bunda Asuh bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan gizi," ujar Fadhilah dalam sambutannya.

Mengapa Anak Suku Duano Menjadi Sasaran?

Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, merupakan permukiman utama Suku Duano—komunitas pesisir yang secara turun-temurun hidup dari hasil laut. Akses mereka terhadap layanan PAUD dinilai masih terbatas, sehingga program ini diharapkan bisa menjadi jembatan agar anak-anak suku tersebut tidak tertinggal dari segi pendidikan dasar.

Fadhilah menyebut upaya ini sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Peran Bunda Asuh dan Rencana Kunjungan Lapangan

Para Ketua DWP OPD serta mitra PAUD di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diajak aktif menjadi Bunda Asuh. Peran mereka tidak sekadar memberi bantuan materi, melainkan menghadirkan perhatian dan motivasi bagi anak-anak asuh.

"Menjadi Bunda Asuh bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan perhatian, kasih sayang, motivasi, dan harapan bagi masa depan anak-anak kita," tambah Fadhilah.

Tim Pokja Bunda PAUD telah memaparkan mekanisme pelaksanaan program dan skema pendampingan. Rencana selanjutnya, akan dilakukan kunjungan langsung ke Kelurahan Kampung Nelayan untuk melihat kondisi anak-anak sasaran dan memastikan bentuk pendampingan sesuai kebutuhan mereka.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambiekspres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top