JAMBI — Ribuan warga dari berbagai kalangan usia memadati halaman kantor DPRD Provinsi Jambi pada Jumat pagi. Mereka yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jambi ini datang dengan satu tuntutan utama: program Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan sampai dihentikan.
Pantauan di lokasi, massa aksi didominasi oleh ibu-ibu atau emak-emak. Suara mereka paling lantang menyuarakan pentingnya keberlanjutan program tersebut.
"Lanjutkan MBG, kita mendukung program MBG. Karena program MBG ini sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak," ujar salah seorang ibu yang hadir dalam aksi tersebut.
Para orator dalam aksi ini menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pemberian makanan gratis. Lebih dari itu, program ini disebut telah menyelamatkan generasi muda dan berkontribusi langsung pada penurunan angka stunting di Provinsi Jambi.
"MBG ini harus dilanjutkan, karena banyak menyelamatkan anak-anak generasi Indonesia ini. Dengan adanya MBG, jumlah angka stunting ini turun," tegas seorang perwakilan massa dari atas panggung orasi.
Alih-alih menuntut penghentian, massa aksi justru meminta agar program yang sudah berjalan ini diperbaiki jika ditemukan kekurangan di lapangan. Mereka menginginkan agar pemerintah pusat mendengar aspirasi warga Jambi.
"Kita ingin suara masyarakat didengar, kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Provinsi Jambi ingin program ini tetap dilanjutkan," kata salah satu koordinator aksi. "Kalau program ini ada kesalahan, diperbaiki, jangan dihentikan. Oknumnya yang dipenjarakan," imbuhnya.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menyatakan bahwa yang diperlukan saat ini adalah perbaikan tata kelola, bukan penghentian program. Ia menekankan tiga hal utama ke depan: zero korupsi, zero mark up, dan zero penurunan kualitas gizi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jambi Ismed Wijaya yang hadir mewakili Pemprov Jambi menyatakan dukungannya. "Kami siap mengawal MBG ini sampai selesai sampai anak Indonesia tak ada yang kelaparan dan cerdas semua. Ini program mulia dari bapak Presiden kita," ujar Ismed.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah aspirasi mereka diterima oleh perwakilan DPRD dan Pemprov Jambi. "Kita datang dengan damai, kita pulang dengan damai. MBG untuk rakyat, MBG harus lanjut," teriak mereka sebelum meninggalkan lokasi.