Portugal Vs DR Kongo di Piala Dunia 2026: Beban Sejarah dan Ujian Taktik Roberto Martínez

Penulis: Faisal Zuber  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 00:27:31 WIB
Portugal menurunkan Pedro Neto sebagai starter di posisi sayap kiri tanpa Ruben Dias akibat cedera.

JAMBI — Laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim dengan narasi yang bertolak belakang. Portugal datang dengan status unggulan dan skuad bertabur bintang, sementara DR Kongo hadir sebagai kuda hitam yang telah berevolusi menjadi tim disiplin di bawah pelatih Sébastien Desabre. Kick-off dijadwalkan pukul 12.00 waktu setempat atau 18.00 WIB.

Keputusan Berani Martínez di Sisi Kiri

Tanpa Ruben Dias yang cedera, Roberto Martínez justru membuat kejutan dengan tidak menurunkan Gonçalo Inácio di lini belakang—pemain yang passing-nya dinilai vital. Keputusan paling menarik ada di sektor sayap kiri. Dari tiga opsi—João Félix, Rafael Leão, dan Pedro Neto—Martínez memilih Neto sebagai starter.

Starting XI Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Cancelo, Araújo, Veiga, Mendes; Vitinha, Neves; Bernardo Silva, Fernandes, Neto; Ronaldo. Sementara DR Kongo (5-3-2) mengandalkan Mpasi, Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Kapaudi, Masuaku; Moutoussamy, Mukau, Kayembe; Bakaumbu, Wissa.

Perbandingan Generasi: 2016 vs 2026

Nama-nama seperti Rui Patricio, Cédric, Fonte, Pepe, Guerreiro, Carvalho, Sanches, Nani—pahlawan Euro 2016—terukir di jiwa penggemar Portugal. Tapi ironisnya, generasi yang lebih inferior secara kualitas itu justru mampu membawa pulang trofi. Skuad saat ini, yang secara individu jauh lebih mentereng, justru gagal mendekati puncak di 2020, 2022, dan 2024.

“Football is an art not a science,” tulis analis dalam laporan jelang laga. Keseimbangan tim membutuhkan feel yang luput dari Fernando Santos dan, sejauh ini, juga luput dari Roberto Martínez. Tudingan sempat tertuju pada Cristiano Ronaldo—ketidakmampuannya menekan dianggap menghambat gaya modern. Namun meta taktik kini berubah; tim-tim terbaik justru sering bermain lebih pasif.

DR Kongo Bukan Lawan yang Mudah Dilumat

Jika dulu dikenal dengan serangan kacau, DR Kongo di tangan Desabre berubah menjadi mesin pertahanan yang kokoh. Lini belakang mereka patut diperhitungkan: Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, dan Arthur Masuaku—kualitas yang jauh di atas Cape Verde yang pernah menyulitkan Spanyol.

DR Kongo harus melalui playoff dan perpanjangan waktu untuk lolos, tapi kini mereka berada di panggung utama untuk pertama kalinya dalam 52 tahun. “Mereka tidak akan mudah digoyahkan,” tambah laporan tersebut. Spanyol sudah membuktikan bahwa tim disiplin dan terorganisir bisa merepotkan raksasa mana pun.

Tekanan Waktu untuk Generasi Emas

Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Ruben Dias, dan João Cancelo berada di puncak karier. Tapi tidak ada jaminan level mereka bertahan hingga 2028. Kegagalan di 2020, 2022, dan 2024 meninggalkan luka yang dalam. “Their time is now—but also, their time was in 2020, 2022 and 2024,” tulis analis. Beban ini tidak pernah dikenakan dengan baik oleh kelompok pemain ini.

Kemenangan nyaman mungkin menjadi skenario paling mungkin. Tapi sepak bola tidak peduli pada apa yang seharusnya terjadi—hanya pada apa yang benar-benar terjadi. Garis antara keabadian dan aib tipis. Wasit Abdulrahman Ibrahim Al Jassim (Qatar) akan memimpin laga ini.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top