TANJUNG JABUNG BARAT — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Dr. Faizal Riza, ST, MM, MT, mendorong transformasi ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan menjadikan Pinang Betara sebagai komoditas unggulan baru. Komoditas ini dinilai layak menjadi pilar keempat ekonomi daerah, melengkapi tiga sektor utama yang sudah ada.
Pinang Betara memiliki keunggulan khas yang diakui pasar global, seperti biji berwarna putih, ukuran seragam, dan mutu terjamin. Sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang disandangnya menjadi bukti keaslian dan kualitas komoditas ini.
Keberhasilan ekspor perdana ke Jeddah, Arab Saudi pada 2021 menjadi titik awal. Permintaan dari Timur Tengah terus meningkat, disusul negara-negara seperti India, Bangladesh, Pakistan, Uni Emirat Arab, Oman, hingga sejumlah negara di Afrika.
Faizal Riza menyoroti minimnya industri pengolahan pinang di daerah. Sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah yang dinikmati petani belum maksimal.
“Karena itu saya berpandangan Pinang Betara harus ditempatkan sebagai pilar keempat ekonomi Tanjung Jabung Barat, sejajar dengan kelapa dalam, kelapa sawit, dan perikanan,” tegas Faizal.
Ke depan, pemerintah daerah didorong membangun rumah pengering modern, gudang penyimpanan, sentra pengolahan pinang, serta mengembangkan produk turunannya. Pinang tidak hanya bernilai sebagai komoditas ekspor mentah, tetapi juga berpotensi menjadi bahan baku industri herbal, farmasi, kosmetik, hingga ekstrak tanin untuk kebutuhan industri kimia. Pelepah pinang pun dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan seperti piring dan kemasan makanan.
Selain pinang, Faizal menekankan hilirisasi di tiga sektor utama lainnya. Untuk kelapa dalam, pengembangan Virgin Coconut Oil (VCO), coco fiber, cocopeat, dan arang aktif perlu diprioritaskan. Di sektor sawit, produksi CPO dan PKO harus diarahkan ke industri biodiesel, oleokimia, kosmetik, dan pangan bernilai tinggi.
Sektor perikanan juga memiliki potensi besar melalui pembangunan cold storage, pabrik es, sentra pengolahan hasil laut, serta penguatan sistem logistik agar produk perikanan Tanjab Barat mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
Faizal menegaskan bahwa transformasi ekonomi ini membutuhkan dukungan infrastruktur pelabuhan yang modern dan terintegrasi. Pelabuhan Kuala Tungkal perlu diperkuat sebagai pusat distribusi dan perdagangan regional yang menghubungkan Jambi dengan Batam, Kepulauan Riau, Singapura, dan negara ASEAN lainnya.
Ia juga mendorong integrasi antara Pelabuhan Kuala Tungkal dan Pelabuhan Ujung Jabung. Kuala Tungkal dapat berfungsi sebagai pusat perdagangan regional dan ekspor komoditas unggulan, sementara Ujung Jabung diproyeksikan menjadi hub industri dan ekspor internasional yang mampu melayani kapal-kapal berkapasitas besar.
“Saya meyakini jika Pinang Betara dikembangkan secara serius dan terintegrasi, Tanjung Jabung Barat tidak hanya dikenal sebagai sentra pinang terbesar di Jambi, tetapi juga dapat berkembang menjadi Pusat Pinang Nasional dan hub ekspor pinang Indonesia ke Timur Tengah serta Asia Selatan,” katanya.