Kegiatan yang merupakan akronim dari Gerakan Mahasiswa Entrepreneurship Muaro Jambi ini menjadi ajang hilirisasi riset akademik ke dunia pendidikan menengah. Buku tersebut merupakan luaran mata kuliah Entrepreneurship dalam Pendidikan yang mengintegrasikan kajian akademik dengan potensi ekonomi lokal di kawasan cagar budaya nasional.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar MY, menegaskan bahwa pihaknya membuka lebar kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Menurutnya, hasil riset seperti ini perlu segera sampai ke tangan guru dan siswa.
"Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mendukung berbagai inovasi dan praktik baik yang dikembangkan oleh perguruan tinggi, terutama yang memberikan manfaat langsung bagi sekolah, guru, dan peserta didik," ujar M. Umar MY dalam sambutannya.
Buku yang didiseminasikan berisi gagasan pengembangan ekonomi berkelanjutan di kawasan Candi Muaro Jambi. Ide-ide yang ditawarkan mencakup model usaha kuliner khas, produksi cinderamata bernuansa arkeologi, hingga paket wisata edukasi yang melibatkan masyarakat sekitar.
Mahasiswa S3 UNJA yang terlibat dalam penulisan buku ini meramu data lapangan dan kajian akademik untuk menciptakan peta jalan entrepreneur yang aplikatif. Langkah ini dinilai strategis karena Candi Muaro Jambi merupakan kompleks percandian Buddha terbesar di Asia Tenggara yang potensi ekonominya belum tergarap maksimal.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan Pascasarjana UNJA menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Implementation Arrangement). Nota kesepahaman ini menjadi payung hukum untuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat ke depan.
Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., hadir langsung dalam acara tersebut bersama Sekretaris Program Studi Doktor Kependidikan, Endarman Saputra, Ph.D. Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Jambi, Yanto HM. Manurung, yang memberikan sosialisasi program kebudayaan bagi sekolah.
Dinas Pendidikan menilai bahwa karya akademik yang lahir dari perguruan tinggi memiliki nilai strategis dalam transformasi pendidikan. Oleh karena itu, hilirisasi hasil pembelajaran dan penelitian perlu terus didorong agar tidak berhenti di perpustakaan kampus.
Penyerahan buku kepada perwakilan SMA/SMK se-Provinsi Jambi diharapkan memperkaya sumber belajar sekaligus menginspirasi sekolah untuk mengembangkan program pembelajaran berbasis potensi lokal dan kewirausahaan. Sekolah juga diharapkan bisa mengadaptasi model bisnis yang dirancang mahasiswa untuk praktik kewirausahaan siswa.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Jambi, Yanto HM. Manurung, menambahkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya. Sosialisasi program balai membuka peluang bagi sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kebudayaan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.