JAMBI — Bukan sekadar menonton pertandingan. Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Oris Kafe, Kota Jambi, Jumat malam, menjelma menjadi ruang pertemuan antara prajurit TNI dan warga sipil. Puluhan orang duduk berdampingan, menyaksikan laga, dan berbagi semangat dalam satu atap.
Kegiatan ini mengusung logo dan tema “Bola Gembira” dari TVRI. Konsepnya sederhana: menjadikan tayangan Piala Dunia 2026 sebagai sarana hiburan kolektif yang positif. Penyelenggara sengaja merancang acara ini agar energi masyarakat tersalurkan ke arah yang lebih kreatif dan produktif.
“Bersama Menonton, Bersama Bersatu, Indonesia Maju dalam Semangat Kebangsaan,” demikian bunyi pesan yang disematkan dalam kegiatan tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan Penrem 042/Gapu.
Yang membedakan nobar ini dari acara serupa adalah kehadiran langsung personel TNI. Mereka tidak berjarak, melainkan duduk bersama warga, berbincang, dan menikmati pertandingan. Suasana penuh kekeluargaan terasa sejak acara dimulai hingga usai.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk memperkuat komunikasi sosial antara aparat dan masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk informasi yang kerap memicu ketegangan, momen seperti ini menjadi perekat persatuan yang alami.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Panitia menyebut bahwa olahraga, khususnya sepak bola, terbukti mampu menjadi media pemersatu yang efektif. Semangat nasionalisme dan rasa memiliki terhadap bangsa tumbuh tanpa perlu dikomando—cukup dengan duduk bersama dan mendukung tim kesayangan.
Selain hiburan, tayangan Piala Dunia 2026 juga dipandang sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Acara ini menghadirkan kegembiraan di tengah rutinitas sosial warga Jambi.
Model nobar kebangsaan seperti ini bisa direplikasi di titik-titik lain. Biayanya tidak besar, tapi dampak sosialnya nyata: mempererat solidaritas, menjaga kondusivitas lingkungan, dan membangun kedekatan emosional antara TNI dan rakyat. Di Jambi, Jumat malam itu, sepak bola bukan sekadar tontonan—ia jadi jembatan.