JAMBI — Sebanyak 83 orang tergabung dalam kontingen Provinsi Jambi yang akan berlaga di Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional ke XIV tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Dari jumlah tersebut, 72 orang di antaranya merupakan penyanyi, dirigen, pelatih, dan pemain musik.
Gubernur Jambi Al Haris melepas langsung kontingen di Auditorium Rumah Dinas Gubernur, Jumat (12/6/2026). Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, dukungan terhadap kegiatan keagamaan tetap menjadi prioritas.
Ketua LPPD Provinsi Jambi, Abraham Tambunan, melaporkan bahwa kontingen Jambi akan mengikuti 10 dari 12 cabang lomba yang dipertandingkan. Ia menyebut persiapan menuju ajang nasional telah berlangsung cukup panjang dan penuh tantangan, namun semangat peserta tetap tinggi.
"Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Jambi agar kontingen dapat berangkat dalam keadaan sehat, mengikuti perlombaan dengan sukacita, dan kembali ke Jambi dengan membawa hasil terbaik," ujar Abraham dalam laporannya.
Rombongan kontingen dijadwalkan berangkat dari Jambi pada 17 Juni 2026 menuju Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan ke Manokwari. Seluruh peserta diperkirakan tiba di Papua Barat pada 18 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris berharap kontingen mampu meraih prestasi terbaik sekaligus membawa nama baik Provinsi Jambi di tingkat nasional. "Hari ini kita melepas anak-anak kita untuk mengikuti PESPARAWI di Manokwari. Kita berharap mereka berangkat dengan semangat, meraih prestasi terbaik, dan kembali membawa hasil yang membanggakan untuk Jambi," kata Al Haris.
Gubernur menekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti PESPARAWI memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai keimanan, etika, dan kehidupan sosial yang baik. "Agama apa pun mengajarkan kebaikan. Melalui kegiatan seperti ini, peserta belajar mengembangkan bakat sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan yang positif," tegasnya.
Al Haris juga menyebut PESPARAWI sebagai wadah pembinaan iman, karakter, disiplin, dan persaudaraan yang dibalut dalam keindahan harmoni paduan suara. "Nilai inilah yang sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah," ucapnya.
Gubernur berpesan agar seluruh peserta menjadi duta daerah yang menunjukkan sikap santun, disiplin, dan rendah hati, serta mampu membangun persahabatan dengan peserta dari seluruh Indonesia. "Tunjukkan bahwa masyarakat Jambi adalah masyarakat yang terbuka, menghargai keberagaman, dan mampu bersaing secara positif di tingkat nasional. Saya sangat bangga. Meskipun ada efisiensi, kegiatan keagamaan seperti ini wajib kita dukung," pungkasnya.