JAMBI — Benturan keras dengan David Luiz pada November 2020 membuat tengkorak Jimenez retak. Ia koma di lapangan, diberi oksigen, dan rekan setim, pelatih, serta keluarganya hanya bisa menunggu apakah ia akan selamat. Pemulihan berjalan lambat: enam bulan tanpa latihan penuh, delapan bulan sebelum kembali bermain untuk Wolves.
Kepala Jimenez yang kini selalu dilindungi ikat kepala khusus menyambut umpan silang Roberto Alvarado dari sayap kanan. Sundulannya keras, tak mampu dihalau kiper Ronwen Williams. Ia berlari, menunjuk ke langit—tanda penghormatan untuk sang ayah, Raul Jimenez Vega, yang meninggal Maret lalu—lalu jatuh terduduk sambil menangis.
Gol itu adalah yang ke-46 dalam 125 penampilannya bersama Meksiko. Ia kini duduk di posisi kedua pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya, hanya terpaut enam gol dari Javier Hernandez yang memuncaki daftar dengan 52 gol.
Ini adalah start perdana Jimenez di Piala Dunia. Sebelumnya, ia hanya enam kali turun sebagai pemain pengganti di tiga edisi berbeda (2014, 2018, 2022). Pada laga ini, ia nyaris mencetak gol lebih awal—sebuah half-volley keras di menit keempat yang ditepis sempurna oleh Williams.
Julian Quinones membuka keunggulan Meksiko di menit kesembilan, menjadikan gol Jimenez sebagai penutup kemenangan. "Kami benar-benar memberi selamat padanya karena dia memberi banyak untuk tim," kata Quinones seusai laga.
Bek legenda Inggris Gary Neville yang menjadi komentator ITV menyebut gol itu sebagai momen terbesar dalam hidup Jimenez dari sudut pandang sepak bola. "Mencetak gol di depan 80.000 orang di stadion negaranya sendiri—itu luar biasa," ujarnya.
Ian Wright, mantan striker Timnas Inggris, menambahkan bahwa emosi Jimenez sangat nyata. "Saat dia berlari, kau bisa lihat kesadaran itu datang, dan dari situlah emosi muncul," kata Wright.
Jimenez sempat hijrah ke Fulham pada 2023 dan menghabiskan tiga musim di sana. Pekan lalu, ia kembali ke Wolves—klub yang dulu membelinya dengan rekor transfer 30 juta pound. Edu Rubio, asisten manajer Wolves di musim 2022-23 yang kini bekerja di Sporting Kansas City, mengaku senang melihat Jimenez akhirnya mencetak gol di Piala Dunia.
"Itu pasti sangat berarti baginya. Dia sangat bangga bermain untuk negaranya. Setelah cedera kepalanya, butuh waktu untuk kembali—bukan hanya soal medis, tapi apakah ia masih punya insting pembunuh di depan gawang," kata Rubio kepada BBC Sport. "Dia pemain besar yang tidak pernah bersikap seperti pemain besar. Sangat rendah hati."