Perbandingan MacBook Air dan MacBook Neo: Lima Hal yang Hilang dari Model Terbaru Apple

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 00:13:01 WIB
MacBook Neo hadir dengan keyboard lebih datar tanpa kedalaman tombol seperti MacBook Air.

Perbandingan cepat antara MacBook Air dan MacBook Neo menunjukkan bahwa model terbaru Apple mengorbankan fitur-fitur yang selama ini dianggap standar. Bukan soal performa mentah, melainkan pengalaman fisik saat mengetik, mengisi baterai, dan membawa perangkat setiap hari.

Keyboard Tanpa Kedalaman: Sentuhan yang Berbeda

MacBook Neo hadir dengan keyboard yang lebih datar. Apple mengurangi travel distance tombol secara signifikan, membuat setiap ketukan terasa lebih keras dan kurang responsif dibanding MacBook Air.

Bagi jurnalis atau penulis yang menghabiskan delapan jam sehari mengetik, perbedaan ini bukan sepele. Keyboard MacBook Air selama ini dipuji karena keseimbangan antara feedback dan kenyamanan — sesuatu yang hilang di Neo.

Port Pengisian Daya yang Berkurang

MacBook Air memiliki dua port Thunderbolt 4 di sisi kiri dan kanan, memungkinkan pengisian daya dari kedua sisi. MacBook Neo hanya menyediakan satu port di sisi kiri.

Ini masalah kecil yang jadi besar saat kabel charger tidak cukup panjang menjangkau colokan di sebelah kanan meja. Pengguna di kafe atau co-working space pasti pernah mengalaminya.

Bentuk Wedge yang Ikonik Kini Hilang

MacBook Air terkenal dengan desain wedge — menipis ke arah depan — yang membuat pergelangan tangan lebih nyaman saat mengetik di pangkuan. MacBook Neo mengadopsi desain seragam datar seperti MacBook Pro.

Meski terlihat modern, bentuk datar ini membuat sudut pergelangan tangan lebih tajam saat digunakan di meja rendah atau sofa. Ergonomi yang dulu dianggap sempurna kini dikorbankan demi keseragaman desain.

Magsafe Tidak Lagi Ada

MacBook Air generasi terbaru masih mempertahankan port Magsafe untuk pengisian daya magnetik. MacBook Neo hanya mengandalkan USB-C untuk mengisi baterai.

Magsafe adalah fitur keselamatan yang sudah terbukti: saat kabel tersandung, konektor magnetik lepas tanpa menarik perangkat jatuh. Tanpa fitur ini, risiko laptop terbanting ke lantai meningkat drastis, terutama di lingkungan kerja yang padat.

Bobot yang Tak Lagi Sama

MacBook Air selama ini menjadi tolok ukur laptop ringan. MacBook Neo, meski tipis, ternyata lebih berat dari pendahulunya. Selisihnya mungkin hanya puluhan gram, tapi saat dimasukkan ke tas selempang setiap hari, perbedaan itu terasa.

Apple mengklaim Neo adalah model paling portabel yang pernah mereka buat, tapi angka timbangan menunjukkan sebaliknya. Bagi pekerja lepas yang berpindah tempat setiap jam, bobot tambahan ini terasa seperti pengkhianatan terhadap filosofi Air.

Semua fitur yang hilang ini bukan soal spesifikasi di atas kertas, melainkan pengalaman sentuhan yang membentuk kebiasaan pengguna. Apple mungkin berhasil membuat Neo lebih tipis, tapi mereka kehilangan apa yang membuat MacBook Air dicintai: kenyamanan yang tidak perlu dipikirkan.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: slashgear.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top