KOTAJAMBI — Operasi pencarian terhadap Indra (35) yang tenggelam di Sungai Batanghari memasuki hari kedua dengan skala yang lebih besar. Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menyatakan tim memfokuskan penyisiran ke arah hilir sungai.
“Fokus kami hari ini adalah memperluas area penyisiran ke arah hilir sungai. Kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, dan kami berharap debit air serta arus sungai mendukung proses evakuasi,” ujar Adah Sudarsa.
Tim SAR gabungan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) sejak pukul 07.00 WIB. SRU 1 menyisir permukaan air sejauh enam kilometer menggunakan LCR milik Kantor SAR Jambi. SRU 2 melakukan penyisiran dengan jarak yang sama menggunakan LCR BPBD Kota Jambi. SRU 3 menyisir area permukaan air menggunakan LCR Polairud Jambi.
Selain perahu karet, tim juga menyiapkan peralatan medis, komunikasi, dan evakuasi untuk mengantisipasi jika korban berhasil ditemukan. Tim gabungan terdiri dari Rescue Kantor SAR Jambi, Polsek, Koramil, Polairud, BPBD Kota Jambi, TNI, Polri, dan warga setempat.
Peristiwa ini bermula saat Indra pergi memancing pada Kamis malam (4/6) sekitar pukul 22.10 WIB. Hingga keesokan harinya, korban tak kunjung pulang ke rumah di Pematang Sulur.
Keluarga mulai curiga setelah menemukan sepeda motor, telepon genggam, dan sandal milik Indra yang tertinggal di lokasi tempatnya memancing. Kantor SAR Jambi menerima laporan dari BPBD Kota Jambi pada Jumat siang dan langsung mengerahkan personel ke lokasi yang berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Jambi.
Pencarian diarahkan ke hilir Sungai Batanghari karena arus sungai yang cukup deras diduga membawa korban ke arah tersebut. Tim SAR terus memantau kondisi debit air dan arus sungai yang sangat memengaruhi proses evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya maksimal melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.