Guru Honorer di Muaro Jambi Nunggak 14 Tahun Demi Umrah, Setor Rp 116 Juta ke Travel, Kini Gagal Berangkat

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 10:27:01 WIB
Guru honorer di Muaro Jambi gagal berangkat umrah setelah setor Rp 116 juta ke travel.

MUARO JAMBI — Muhammad Sazli Rais bukan sekadar kehilangan uang. Pria yang mengajar sebagai honorer sejak 2010 ini mengumpulkan Rp 116 juta dari gaji bulanan yang pas-pasan. Uang itu ia setorkan penuh ke sebuah travel umrah di Jambi untuk memberangkatkan dirinya, istri, dan neneknya pada paket Ramadan 2026.

“Saya bayar DP Rp 7 juta. Terus kita lunasi semuanya. Saya sudah lunasi pembayaran untuk tiga paket full Ramadan Rp 35,9 juta, totalnya Rp 116 juta untuk tiga orang. Itu tabungan saya selama menjadi honorer sejak 2010,” kata Sazli, Jumat (15/5).

Perlengkapan Sudah Diterima, Manasik Sudah Digelar

Menurut Sazli, pihak travel sempat memberikan perlengkapan umrah seperti tas, kain ihram, dan perlengkapan lainnya. Mereka juga telah mengikuti manasik umrah serta menggelar doa bersama dengan para tetangga sebelum jadwal keberangkatan pada 14 Februari 2026.

Kepastian berangkat sempat terasa nyata. Namun sehari setelah tanggal yang dijanjikan, para calon jemaah yang belum berangkat diminta berkumpul di sebuah hotel di Kota Jambi. Di situlah pihak travel menyampaikan bahwa keberangkatan tertunda akibat masalah visa.

Laporan ke Polisi: Dugaan Penipuan Ditangani Krimum Polda Jambi

Merasa dirugikan, Sazli melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polda Jambi. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji membenarkan laporan itu dan menyebut kasusnya kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum.

“Sudah ditangani Krimum, sudah ada beberapa yang diperiksa. Nanti kami cek update-nya, ya,” ujar Erlan.

Modus Berulang: Travel Umrah Gagal Berangkat, Korban Guru dan Pensiunan

Kasus gagal berangkat umrah dengan modus visa bermasalah bukan pertama kali terjadi di Jambi. Beberapa tahun sebelumnya, puluhan calon jemaah asal Provinsi Jambi juga dilaporkan gagal berangkat setelah melunasi biaya perjalanan. Korban umumnya berasal dari kalangan guru honorer, pensiunan, dan pedagang kecil yang menabung bertahun-tahun untuk ibadah.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih travel umrah. Pengecekan izin operasional dan rekam jejak perusahaan bisa dilakukan melalui Kementerian Agama setempat sebelum melakukan pembayaran penuh.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: aspek.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top